width=

Kediri(adakitanews.com) — Persik Kediri masih menunggu keputusan kejelasan status Liga 1 dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Manajemen klub berjuluk Macan Putih ini meminta federasi lebih tegas.

Menurut Presiden Klub Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih, jika ingin dilanjutkan, segera diputuskan. Begitu pula bila ingin kompetisi dihentikan, juga harus diputuskan.

Ketidakjelasan status kompetisi seperti saat ini, lanjutnya, sangat menyulitkan klub. Terutama dalam perencanaan bisnis.

“Sebuah bisnis sepak bola tidak bisa dijalankan tanpa kepastian kelanjutan kompetisi,” tegasnya, Kamis (7/1/2021).

Hakim mengatakan, pihaknya ingin sepak bola di Indonesia dikelola lebih profesional. Apalagi sebenarnya pengelolaan sepak bola tanah air sudah mengalami proses yang panjang.

“Kami dulu masih menggunakan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) dan sekarang sudah memasuki era industri sepak bola. Seharusnya kita banyak belajar,” ujarnya.

Selain itu, hal yang diperhatikan salah satunya ekosistem industri, karena mendukung bisnis sepak bola.

Tanpa ekosistem yang baik seperti kepastian kompetisi, mimpi besar industri sepak bola hanyalah omong kosong.

Persik Kediri, sambungnya, sebenarnya menyadari kegalauan PSSI dan PT LIB dengan kondisi pandemi Covid-19.

Apalagi saat ini pemerintah pusat baru saja menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa dan Bali pada 11 sampai 25 Januari 2021.

“Tapi, federasi dan operator liga harus memberikan kepastian juga. Jangan membiarkan klub menunggu terlalu lama,” imbuhnya.

Meski klub dikelola swasta, namun mereka di bawah naungan federasi. Dengan demikian, Hakim menanyakan sejauh mana tanggung jawab dan rasa empati PSSI dan PT LIB dalam menyikapi kelanjutan kompetisi.(Oky/gar).