ADAKITANEWS, Jombang – 23 ribu sertifikat tanah yang masuk dalam Program Nasional Agraria (Prona) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bakal dikebut oleh Kementerian Agraria, Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Kabupaten Jombang hingga akhir tahun 2017 mendatang.

Kepala ATR/BPN Kabupaten Jombang, Ribut Hari Cahyono menjelaskan, pada akhir tahun ini tepatnya pada bulan Desember tahun 2017, pihaknya dituntut untuk menyelesaikan 23 sertifikat. Dan dari 23 ribu pemohon Prona PTSL tersebut, nantinya akan terbagi menjadi dua tahap.

Tahapan yang pertama, dibagikan sejumlah 13 ribu sertifikat. Sedang tahap kedua akan dibagikan sejumlah 10 ribu sertifikat pada bulan Desember mendatang. “Kita dikebut untuk menyelesaikan 23 ribu sertifikat hingga akhir tahun. Hari ini tahap pertama kita bagikan 13 ribu, sisanya bulan Desember tahap kedua,” ungkap Ribut saat diwawancara oleh Tim Adakitanews.com pada pembagian sertifikat tanah di Desa Sumberteguh Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang, Kamis (05/10).

Kepala ATR/BPN Kabupaten Jombang juga menegaskan bahwa Prona PTSL ini bertujuan untuk mengurangi adanya sengketa tanah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jombang. Hal tersebut, lanjut Ribut, terlihat dari keseriusan pemerintah pusat dalam menangani soal pertanahan yang ada di Indonesia.

“PTSL ini bertujuan untuk mengurangi sengketa tanah. Dari tahun kemarin Kabupaten Jombang mendapatkan kuota hanya 2 ribu dan sekarang meningkat menjadi 23 ribu. Ini menunjukkan keseriusan Presiden Jokowi dalam urusan agraria dengan menginstruksikan untuk terus kerja dan kerja,” tandasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jombang merespon baik dengan adanya Program Nasional PTSL. Seperti disampaikan Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko bahwa Pemkab Jombang mengucapkan terima kasih pada Pemerintah melalui Kementerian yang memberikan sertifikat secara gratis.

“Pemkab Jombang sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih pada Pak Presiden melalui Menterinya yang telah memberikan sertifikat tanah pada masyarakat Kabupaten Jombang,” ucap Nyono Suharli Wihandoko.

Bupati Jombang juga mengatakan bahwa 10 ribu sertifikat tersebut akan dibagikan pada tahap kedua di bulan Desember 2017, dan rencananya Presiden RI yang langsung membagikannya di Kabupaten Jombang. “Seluruh sertifikat sudah selesai semua, tinggal pembagiannya saja. Karena sesuai petunjuk pemerintah bahwa 10 ribu sertifikat akan dibagikan pada tahap kedua di bulan Desember dan Presiden RI langsung yang membagikan,” jelas Bupati Jombang saat diwawancarai.

Selain itu, Bupati Jombang juga berharap kedepan nanti akan lebih banyak lagi kuota Program Nasional Agraria PTSL yang masuk di Jombang. Hal tersebut mengingat masih ada 50 ribu petak tanah yang belum tersertifikat. “Pemkab Jombang berharap tahun depan ada penambahan kuota PTSL,” pungkas Bupati.(ar)

Keterangan gambar: Bupati Jombang, Nyono Suharli saat membagikan Sertifikat pada warga Desa Kudubanjar. (bawah) Kepala Kementerian ATR/BPN Jombang, Ribut Hari Cahyono saat diwawancarai.(foto:adi rosul)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/051017-ar-jombang-prona-1-1024x685.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/051017-ar-jombang-prona-1-150x150.jpgREDAKSINasionaladakitanews,Berita,jombang,presiden jokowi,prona
ADAKITANEWS, Jombang - 23 ribu sertifikat tanah yang masuk dalam Program Nasional Agraria (Prona) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bakal dikebut oleh Kementerian Agraria, Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Kabupaten Jombang hingga akhir tahun 2017 mendatang. Kepala ATR/BPN Kabupaten Jombang, Ribut Hari Cahyono menjelaskan, pada akhir tahun ini tepatnya pada...