Frankfurt. Produk mebel Indonesia belakangan kian dilirik oleh konsumen di Jerman. Produk yang ditawarkan oleh peserta Indonesia di Pameran Spoga+Gafa dinilai berdesain dan berkualitas baik dan bisa memenuhi selera Eropa.

Pameran yang pesertanya terdiri dari perusahaan pemasok dan penjual eceran ini diikuti oleh 22 pengusaha mebel dari Indonesia. Pameran ini utamanya menyasar promosi antarperusahaan, tetapi ada juga pengunjung yang merupakan konsumen individu.

”Pameran tahunan Spoga+Gafa merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan produk furnitur Indonesia, tidak hanya untuk pasar Jerman, tetapi juga pasar dunia mengingat para buyer datang dari berbagai negara, baik dari daratan Eropa maupun Amerika bahkan Timur Tengah,“ ujar Konsul Jenderal RI untuk Frankfurt, Toferry P. Soetikno.

Produk-produk mebel yang ditawarkan oleh peserta Indonesia memang mempunyai rancangan dan kualitas yang bagus dan bisa memenuhi selera masyarakat Eropa dan internasional.

“Alhamdulillah, penjualan furnitur kami ke Eropa dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan yang cukup stabil,“ ungkap salah satu peserta asal Indonesia.

Saingan berat dari Cina dan Vietnam

Selain Jerman, para pembeli yang menghadiri pameran ini berasal dari Inggris, Spanyol, Italia, Austria, Swiss, Norwegia, Swedia, hingga Amerika Latin dan Dubai.

Para pengrajin mebel mengakui kalau pesaing terberat sekarang adalah pengusaha dari Cina dan Vietnam yang bisa memproduksi dengan harga lebih rendah.

Namun mereka tetap optimis jika pasar Eropa terutama Jerman tetap berorientasi pada kualitas daripada harga.

“Kami yakin bahwa para pembeli lebih banyak yang mengutamakan kualitas produk yang benar-benar bagus untuk membangun kepercayaan jangka panjang,“ ujar Markus, peserta pameran dari PT. Javanesia Teakindo.

Para pengusaha juga diingatkan untuk memperhatikan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas produk-produk mebel yang sudah didaftarkan oleh perusahaan dari negara-negara lain.

“Sangat perlu untuk mematuhi HAKI, terutama pada produk furnitur agar tidak terjadi kerugian bagi para pengusaha furnitur Indonesia,” ujar Prieta Perthantri dari Perwakilan Kamar Dagang Industri Jerman di Indonesia (Ekonid).

Pameran Spoga+Gafa merupakan pameran terkemuka di Jerman dan dunia. Pameran yang menempati area seluas 225.000 meter persegi ini fokus pada produk untuk digunakan di luar ruang termasuk juga mebel.

Foto: Konsul Jenderal RI Frankfurt

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/09/mebel-indonesia-kjri-frankfurt.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/09/mebel-indonesia-kjri-frankfurt-150x150.jpgREDAKSIEkbis
Frankfurt. Produk mebel Indonesia belakangan kian dilirik oleh konsumen di Jerman. Produk yang ditawarkan oleh peserta Indonesia di Pameran Spoga+Gafa dinilai berdesain dan berkualitas baik dan bisa memenuhi selera Eropa. Pameran yang pesertanya terdiri dari perusahaan pemasok dan penjual eceran ini diikuti oleh 22 pengusaha mebel dari Indonesia. Pameran ini...