width=

ADAKITANEWS, Blitar – Jumlah produksi padi di Kabupaten Blitar di awal tahun ini diprediksi bakal menurun drastis. Pasalnya, sebagian besar area persawahan dan tanaman padi milik petani diserang oleh hama wereng cokelat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Blitar, Mujib. Menurutnya wabah hama wereng cokelat ini hampir terjadi di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. Otomatis produksi padi nanti juga akan menurun. “Saya sudah berkunjung ke beberapa Desa, dan rata-rata tanaman padi mereka diserang hama wereng cokelat,” katanya saat diwawancara Tim Adakitanews.com, Selasa (14/03).

Dalam kondisi normal, lanjut Mujib, satu hektare sawah bisa menghasilkan 8 ton padi. Namun karena serangan wabah wereng cokelat ini otomatis petani akan mengalami penurunan panen. “Musim ini diperkirakan para petani tidak bisa menikmati hasil panennya secara keseluruhan. Mungkin bisa berkurang sekitar 40 persen,” ungkapnya.

Mujib yang juga sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar ini mengungkapkan, bahwa para petani sudah berupaya untuk mengantisipasinya. Namun karena kondisi cuaca ini, malah mendukung perkembangbiakan wereng cokelat. “Tentunya musim hujan ini sangat tidak bersahabat dengan petani yang ingin memberantas wereng cokelat,” tandas Mujib.

Menurut Mujib, Pemerintah Kabupaten Blitar dalam hal ini Dinas Pertanian juga sudah melakukan upaya dalam membasmi hama wereng cokelat. “Eksekutif sudah melakukan upaya, namun karena luasnya Kabupaten Blitar dan serangan hama ini berlangsung sangat cepat menjadi kendala utama,” tambahnya.(blt2)

Keterangan gambar : Mujib, Ketua Gapoktan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)