ADAKITANEWS, Kediri – Warga Dusun Bolorejo Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri mengaku resah terhadap praktik prostitusi yang semakin merajalela di wilayah mereka.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com, dulu sebelum gencar terjadinya penggusuran Eks Lokalisasi dimana-mana, di Dusun Bolorejo hanya ada sekitar 65 mucikari. Namun lantaran banyak penggusuran serta penutupan lokalisasi, banyak yang berpindah ke Dusun Bolorejo. Hingga akhirnya saat ini ada sekitar 200 orang mucikari di eks lokalisasi tersebut.

Botol Sunarto, 46, mewakili warga mengatakan, bahwa selama ini mereka merasa resah atas adanya praktik prostitusi di desanya yang semakin lama semakin bertambah besar. “Saya mewakili warga disini untuk menyampaikan keluh kesah adanya eks Lokalisasi yang semakin lama dibiarkan menjadi bertambah merajalela. Warga setempat merasa takut nantinya anak-anak mereka menjadi terpengaruh dengan adanya eks Lokalisasi tersebut,” ujarnya, Minggu (05/02).

Botol Sunarto menambahkan, bahwa yang ditakuti warga adalah dampak negatif dari bertambahnya mujikari di desanya. Ada beberapa dampak yang sudah terlihat oleh Warga setempat yaitu pembuangan sampah Eks Lokalisasi, penyakit yang belum terdeteksi oleh medis, serta lingkungan setempat menjadi bising. Pasalnya setiap malam hari terdengar musik yang sangat keras dari Eks Lokalisasi tersebut.

Selain itu, di jalan raya Dusun Bolorejo Desa Wonorejo Kecamatan Wates juga sering terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh pengunjung Eks Lokalisasi dalam keadaan mabuk. “Eks Lokalisasi disini jadi merajalela karena indikasi saya ada beberapa oknum petugas yang ikut didalamnya. Selama ini petugas yang merazia tempat tersebut selalu nihil. Saya mewakili warga akan mengirim surat ke Bupati Kediri terkait penanganan ini,” imbuhnya.

Terpisah Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kediri, Edi Suprapto mengaku sudah mendengar terkait keluhan warga Dusun Bolorejo tersebut. “Saya sudah mengetahui hal tersebut, nanti kalau surat aduannya sudah dikirimkan ke saya, saya akan panggil dinas terkait yang menangani masalah tersebut. Soalnya sudah tersedia anggaran begitu besar untuk dinas yang bertugas, dan akan saya minta pertanggung jawabannya,” pungkasnya singkat.(kdr4/kdr7)

Keterangan gambar : Botol Sunarto, warga Dusun Bolorejo Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri saat ditemui di rumahnya.(foto:ikhwan)