ADAKITANEWS2015-05-03_19.23.54, Kota Kediri – Dampak ditutupnya tempat-tempak eks lokalisasi dan beberapa panti pijat di Kota maupun Kabupaten Kediri berpotensi munculnya prostitusi online. Perihal ini tidak bisa dipungkiri karena kemajuan teknologi sarana informasi yang ada saat ini.

Pemanfaatan teknologi ini untuk model transaksi prostitusi memang tidak salah, dipandang dari sudut keilmuan. Pasalnya, hal tersebut bagian dari sarana komunikasi yang paling efektif.

“Iya itu tidak salah, karena hal itu ada penjual juga pembelinya yang dikonsep mengikuti kemajuan teknologi saat ini,” Jelas Ropingi Dosen Ilmu Komunikasi STAIN Kediri.

Praktek prostitusi bukan hadir di abad millineum ini saja, namun sudah ada sejak zaman dahulu kala. Maka, akan mustahil untuk memberantas hal itu sudah mengakar sejak keberadaan manusia di muka bumi.

“Permasalahan saat ini, praktek prostitusi itu sudah ada sejak zaman nenek moyang kita, jadi akan sulit memberantas itu,” Jelas Ropingi

Oleh karena itu, penutupan-penutupan eks lokalisasi di Kota maupun Kabupaten Kediri sudah mengindikasikan praktek prostitusi online akan ada layaknya di Ibu Kota. “jika tempat yang mereka gunakan untuk menyalurkan hasrat itu sudah ditutup, mereka pasti akan mencari wadah yang lain, contohnya prostitusi online itu,” Jelasnya

Menurut Ropingi, jika hal itu sudah terjadi seperti yang ada di Ibu Kota, pengawasan dari Pemerintah akan lebih sulit. Pasalnya, dengan kemajuan teknologi dan kemudahan mengakses internet saat ini membuat anak dibawah umur bisa jadi ikut dalam praktek prostitusi online tanpa orang tua mengetahuinya.

“Seharusnya Pemerintah itu segera memperhatikan hal itu (prostitusi online-red), mungkin dengan situs itu di khususkan untuk orang dewasa atau dibuatkan web sendiri yangmana pemerintah itu sanggup untuk mengawasinya,” jelasnya. (zay)

Keterangan Gambar : Ropingi Dosen Ilmu Komunikasi STAIN Kediri