ADAKITANEWS, Kediri – Lantaran merasa tuntutan mereka tak juga diindahkan oleh seorang pengusaha galian c di wilayahnya, puluhan warga Desa Wonorejo Trisulo Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri melakukan aksi dengan menutup akses jalan keluar masuk truk material dari lokasi tambang.

Aksi massa yang tergabung dalam Paguyuban Penambang Tradisional Trisulo Mandiri itu dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan batu koral dan juga pemblokadean seratus unit truk material pasir.

Suwandoko selaku Ketua Paguyuban mengatakan, aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap perusahan galian c yang selamai ini dinilai tidak koperaktif dengan janji- janjinya, dan terkesan menyepelekan warga.

“Kesepakatan dengan warga masih belum terjadi. Janji memberikan kompensasi juga tidak terealisasi. Malahan justru dia (pemilik galian c,red) mendatangkan alat berat dengan diam-diam,” ujarnya, Selasa (07/02).

Masih kata Suwandoko, dengan adanya aktivitas penambangan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, otomatis akan membuat intensitas volume kendaraan yang melewati Desa Wonorejo Trisulo meningkat. “Dan hal itu jelas akan membuat jalan transportasi warga lebih cepat rusak,” terangya.

Meski telah melakukan aksi sekitar 1 jam, warga tidak juga ditemui oleh pihak perusahaan. Namun atas saran petugas dari Polsek Plosoklaten, warga akhirnya mau membubarkan diri.(*/kur)

Keterangan gambar: Aksi memblokade jalan oleh warga Dusun Pulerejo Desa Wonorejo Trisulo Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.(ist)