2015-12-02_19.44.38ADAKITANEWS, Nganjuk – Proyek pembangunan gedung lantai tiga RSUD Nganjuk untuk ruang pelayanan Poli Jantung , Poli Paru dan Ruang Perawatan dipridiksi tidak akan selesai sampai akhir tahun sesuai dengan batas waktu kontrak. Padahal, proyek tersebut telah memakan anggaran APBD tahun 2015 Kabupaten Nganjuk sebesar Rp 16 miliar.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, mega proyek tersebut bukan proyek multi years melainkan proyek tahun tunggal. Artinya, proyek RSUD harus selesai dalam satu tahun anggaran.

Heri Endarto pengamat jasa kontruksi ketika cek lokasi memprediksi pekerjaan proyek tersebut baru mencapai 70%. Sedangkan, tambah Heri Endarto,  sisa pekerjaan yang belum tergarap diantaranya pekerjaan mekanical eletrical seperti pemasangan instalasi listrik, intalasi air bersih dan instalasi air kotor, gas medis, AC, instalasi pemadam kebakaran termasuk instalasi lift.

Tidak hanya itu saja, pekerjaan arsitektur seperti pemasangan kerangka atap gedung, pemasangan keramik  lantai, pengecatan, pemasangan kusen pintu dan jendela pemasangan railing tangga juga belum terselesaikan. Termasuk juga sebagian kecil pekerjaan sekunder seperti pembuatan dinding penyekat ruangan juga belum tampak dikerjakan oleh pihak pelaksana .

Menurut Heri Endarto dengan pagu anggaran sebesar Rp 16 milyar semestinya didukung management kontruksi yang efektif. Artinya dari pihak pelaksana harus mampu memenage agar bisa tepat waktu sesuai dengan kontraknya.

”Kalau melihat progres sementara seperti itu, ada potensi mega proyek ini akan tidak terselesaikan sampai batas waktu kontrak. Itu dilihat dari sisa pekerjaan yang masih banyak belum tergarap ,” ujaranya .

Ditempat terpisah ketika wartawan akan mengklarifikasi permasalahan ini dengan Pejabat Pembuat Komitmen  di RSUD Nganjuk, Gunadi, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.(MY/jati)

Keterangan Gambar : Pembangunan Lantai III Gedung RSUD Nganjuk yang terancam tidak selesai dibangun hingga batas waktu kontrak.