AdaKitaNews Daerah PT KAI Alihkan Asongan Jadi Porter

PT KAI Alihkan Asongan Jadi Porter

ADAKITANEWSvEKZPAhf1A, Kota Kediri – Peraturan dari PT KAI yang tidak memperbolehkan pedagang berjualan di dalam kerea api membuat sejumlah pedagang kehilangan penghasilannya. Para pedagang asongan di stasiun Kota Kediri kemudian beralih profesi sebagai porter atau jasa angkut barang kepada penumpang yang membawa bekal cukup berat.

Terkait larangan tersebut, PT KAI mengacu pada Pasal 38 UU No.32 Tahun 2007 tentang perkereta apian yang berbunyi ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum. Lalu, Pasal 173 UU 32 Tahun 2007,  masyarakat wajib ikut serta menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan penyelenggaraan perkeretaapian.

Dengan alasan Undang-unbdang tersebut, PT KAI melarang dan menertibkan bagi pedagang asongan yang tetap berjualan di dalam Kereta Api pada tahun 2012 silam. Peraturan ini membuat sebagian  pedagang asongan putus asa karena kehilangan satu-satunya mata pencarian mereka.

Akhirnya, sejumlah pedagang harus memutar otak agar tetap mendapatkan penghasilan demi menghidupi keluarganya. Seperti yang dilakukan Gatot dan sejumlah mantan pedagang asongan lainnya. “Kalau saya ini sudah enam bulan mas, jadi porter di stasiun ini,” Ujar Gatot.

Gatot mengaku dari penghasilan jasa angkut barang tersebut sangat menguntungkan. Pasalnya, jika kondisi stasiun sedang sepi dia bisa memperoleh imbalan jasa Rp 40 ribu setiap harinya. “Alhamdulillah yang penting bisa untuk makan sehari-hari,” Tuturnya.

Sementara itu, Lilik warga Bandar Kota Kediri salah seorang penumpang kereta Api meminta bantuan kepada porter tersebut karena kasihan. Selain itu, barang yang dibawanya juga lumayan banyak, jadi tidak mungkin bisa membawanya sendiri. “Saya niati saling membantu mas, apalagi mereka minta upahnya juga tidak memaksa,” Ucapnya.

Pihak stasiun memang tidak melarang para mantan pedagang tersebut menjadi portir. Bahkan, pihak stasiun memberikan ruang bagi portir untuk keluar peron. “Selama mereka meminta imbalan dari penumpang dengan sukarela tetap kami beri ijin,” Terang Sujoko Kepala Stasiun Kediri.(zay).

Keterangan Gambar : Jasa portir sebagai pengganti pekerjaan dari pedagang asongan