ADAKITANEWS, Jombang – Tidak ada alasan untuk tidak menjaga stamina tubuh ataupun memperhatikan asupan gizi selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Seperti yang dilakukan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang, yang tetap bisa menjaga kesehatan tubuhnya meski sedang berpuasa, salah satunya dengan fitnes.

Ketua Koni Jombang, Tito Kadar Isman menjelaskan bahwa saat berpuasa proses metabolisme tubuh justru bisa lebih rileks dalam bekerja. Hal ini dapat membuat hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone) lebih banyak keluar. Sedang HGH sendiri, sangat dibutuhkan tubuh untuk membangun otot dan sel-sel lainnya.

Selain itu ia menjelaskan, puasa juga bisa membuat lipolytic lebih aktif dalam bekerja. Lipolytic bisa membuat tubuh lebih banyak membakar lemak, dan juga mengontrol kadar glukosa dalam darah, sehingga sangat baik bagi penderita diabetes.

Untuk di bulan puasa ini, lanjutnya, tentunya seluruh aktivitas yang biasanya dikerjakan kini intensitasnya mulai berkurang dari biasanya dan asupan nutrisi pun juga berkurang. Jadi secara tidak langsung kebutuhan soal asupan gizi, nutrisi, serta segala aktivitas untuk pembakaran lemak dan perkembangan metabolisme juga berkurang seperti biasanya.

Karena itulah, tidak ada alasan ketika berpuasa untuk bermalas-malasan serta tidak menjaga tubuh tetap stabil. “Fitnes adalah salah satu olahraga yang bisa dilakukan kapan saja meskipun malam hari. Jadi dalam artian untuk menjaga daya tahan tubuh tetap stabil, fitnes bisa dilakukan pada malam hari setelah salat tarawih,” ujarnya.

Meski fitnes selama ini dikenal sebagai cabang olahraga berat, tetapi masih bisa diarahkan ke aktivitas yang lebih ringan dalam artian masih dalam tujuan meningkatkan stamina dan menjaga daya tahan tubuh.

Tito yang juga merupakan atlet angkat besi tersebut menambahkan, bahwa untuk sore hari jangan melakukan latihan fitnes terlalu keras atau durasi yang terlalu panjang. Untuk itu bisa menggunakan 50 – 75 persen dari hari biasa. Jika biasanya mengangkat beban 50 kilogram, maka bisa diturunkan menjadi 25 – 30 kilogram, dan durasi juga harus kurangi.

Ditambahkan, apabila merasa badan kurang fit untuk melakukan latihan maka lebih baik istirahatkan badan terlebih dahulu. Jika memaksakan untuk latihan maka akibatnya bisa dehidrasi dan menimbulkan cidera. Segera hentikan latihan jika merasa pusing saat latihan. Ini adalah sinyal dari badan yang menunjukan bahwa tubuh kekurangan glikogen sebagai sumber energi. Tubuh butuh waktu untuk beradaptasi dengan latihan pada kondisi berpuasa.

“Jika tidak sanggup untuk melakukan latihan selama 60 menit, lakukan untuk pertama kali selama 20 menit. Kemudian bisa anda tambah menjadi 25 atau 30 menit di latihan berikutnya,” ujarnya.

Masih penjelasan Tito, untuk memaksimalkan aktivitas, baiknya saat sahur konsumsi makanan berprotein tinggi dan lambat serap, dan juga karbohidrat kompleks yang dapat memasok energi secara perlahan. Untuk protein bisa gunakan susu atau protein kasein, dan untuk karbohidrat kompleks bisa didapat dari oatmeals, ubi, atau beras merah. Saat berbuka konsumsi makanan berprotein tinggi seperti daging merah, dada ayam, atau susu. Dan untuk mengganti energi yang hilang juga bisa mengkonsumsi kembali oatmeals, nasi merah atau ubi. “Jadi puasa jangan dijadikan alasan untuk tidak hidup sehat,” pungkasnya.(ar)

Keterangan gambar: Ketua KONI, Tito Kadar Isman saat melakukan fitnes.(foto:adi rosul)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/280517-ar-jombang-fitnes-1.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/280517-ar-jombang-fitnes-1-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,fitnes,jombang,puasa
ADAKITANEWS, Jombang – Tidak ada alasan untuk tidak menjaga stamina tubuh ataupun memperhatikan asupan gizi selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Seperti yang dilakukan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang, yang tetap bisa menjaga kesehatan tubuhnya meski sedang berpuasa, salah satunya dengan fitnes. Ketua Koni Jombang, Tito...