2015-08-16_18.44.21

ADAKITANEWS, Ngawi – Brian Eko Nur Febrianto,15, pelajar kelas 10 SMK 6 Ngawi, warga Desa Kartoharjo, Kecamatan Kota Ngawi, menjadi korban atas pemukulan guru agamanya sendiri, akibatnya, korban mengalami sesak nafas dan dirawat di Pukesmas Geneng, Kabupaten Ngawi, sejak Jum’at (14/8). Saat di Pukesmas Geneng korban masih merasakan kesakitan dan sulit untuk bernafas, sehingga mendapatkan bantuan pernafasan dengan oksigen.

Selain itu, korban juga menderita pusing setelah dipukuli perutnya sebanyak 3 kali. Korban dipukuli, karena dianggap membuat gaduh saat mengikuti pelajaran agama di mushola sekolah. “Pas salat di masjid sekolahan temen-temen ramai, terus saya ikut ramai, di kelas terus saya ditanya mengaku langsung dipukuli dibagian perut saya sebanyak 3 kali.”jelas Brian Eko Nur Febrianto saat dirawat di Pukesmas.

Mengetahui putranya di tonjoki gurunya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Geneng, Ngawi. Setyani orang tua korban menjelaskan tindakan guru agama kelas 10 di SMK 6 dianggap sudah keterlaluan, karena telah membuat anaknya menderita sakit. ”Anak saya disini untuk sekolah dan menuntut ilmu bukan untuk dipukuli,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah SMK 6 Ngawi membenarkan kejadian yang dilakukan oleh salah satu guru Agama telah melukai siswanya dengan cara memukul. “Kejadian itu karena anak tersebut dianggap membuat gaduh saat pelajaran agama salat di mushola, sebenarnya hal itu hanya guyon (bercanda) agar siswa tertib, kejadian itu hanya dibesar-besarkan,” ujar Ismail Wakil Kepala Seolah SMK 6 Ngawi.

Usai kejadian pihak sekolah juga sudah berusaha mendatangi orang tua siswa dirumahnya, untuk menjelaskan kejadian sebenarnya, namun orang tua siswa terkanjur lapor ke Polisi. Kasus pemukukan terhadap siswa di SMK 6 Ngawi oleh guru agamanya kini dalam penanganan petugas Polsek Geneng dan akan memanggil guru bersangkutan untuk dimintai keterangan. (uk)

Keterangan foto: Kondisi Brian saat masih berada di Puskesmas Geneng seusai dipukuli guru agama, merasakan sesak nafas dan sempat mendapat bantuan oksigen.