width=

ADAKITANEWS, Jombang – Petani jagung di Jombang dipastikan mengalami gagal panen, pada musim ini. Hal itu menyusul guyuran hujan deras yang terjadi dalam sepekan terakhir hingga menyebabkan tanaman jagung yang telah berumur dua bulan layu dan mati.

Salah satu petani asal Desa Banjardowo, Solihin mengatakan setelah terendam air cukup lama akar tanaman jagungnya membusuk dan tidak bisa diselamatkan lagi. Solihin menjelaskan, di desanya ada puluhan hektare lahan yang ditanami jagung yang juga mengalami nasib serupa.

‘Karena terlalu kebanyakan air hujan, akarnya ini nggak bisa subur dan akhirnya kering. Semua lahan-lahan ini sama-sama kena hujan, nggak bisa panen,” kata Solihin, Senin (17/10).

Menurut Solihin, cuaca tidak menentu ini membuat para petani kebingunan. Musim yang seharusnya masih kemarau dan cocok untuk tanaman jagung, namun kenyataannya kerap terjadi hujan deras. Sehingga, prediski petani tahun ini meleset.

Para petani mengaku merugi karena tanaman jagung yang seharusnya bisa diharapkan, ternyata tidak membuahkan hasil. Dalam satu hektare lahan, petani mengeluarkan biaya tanam hingga Rp 5,5 juta. Mereka berharap agar pemerintah daerah bisa membantu kerugian petani.(Tari/Jati)

Keterangan gambar: Salah satu petani di Desa Banjardowo, Jombang, menunjukkan akar tanaman jagungnya yang membusuk setelah terendam air beberapa pekan.