TAMBANG GALIAN C JOMBANG 3ADAKITANEWS Jombang – Lubang bekas tambang galian C di Kecamatan Perak, Jombang,Jawa Timur sudah menewaskan empat bocah SDN Sukorejo 1. Ternyata bukan hanya di Kecamatan Perak, bekas galian ilegal tersebut juga tumbuh subur di beberapa Kecamatan lain. Ironisnya, bekas galian tersebut dibiarkan tanpa ada penanganan dan terkesan dipelihara untuk merenggut nyawa.

Demikian ditegaskan Aan Anshori, Direktur LInK (Lingkar Indonesia untuk Keadilan) yang juga inisiator Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA). Aan menyebut, di Jombang masih ada puluhan kuari galian C yang dibiarkan menganga tak terlindungi dan direklamasi. Setiap saat kubangan itu bisa memakan nyawa penduduk sekitar. Untuk itu, pihaknya meminta agar praktik tambang ilegal itu dihentikan.

“Tewasnya empat siswa yang tenggelam di lubang bekas galian C merupakan alarm merah bagi Pemerintah Kabupaten untuk bisa secara serius menyikapi maraknya gurita galian C yang ada di Kabupaten Jombang ini. Apa perlu harus menunggu ada anak Bupati atau saudara dari Wakil Bupati yang menjadi korban, baru kemudian semua tersadar? Tentu ini sangat naif,” kata Aan Anshori, Senin (14/12/15).

Aan menjelaskan, praktik pertambangan (galian C ilegal) di Jombang sudah berjalan lama dan tidak terkendali. Aparat hukum beberapa kali telah melakukan penindakan, namun sayangnya hanya menyentuh level kelas teri saja. Sedangkan para bos besarnya belum pernah diumumkan penangkapannya.

TAMBANG GALIAN C JOMBANG 1Sulitnya penindakan ini, lanjut Aan, tidak lepas dari ruwetnya bisnis galian C yang diduga kuat melibatkan banyak aktor-aktor kuat di Kota Santri. Kondisi itu menurut Aan bisa diendus dari tumpulnya penindakan oleh kepolisian.

Seperti diberitakan, empat bocah SD Sukorejo tewas di bekas tambang galian C Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Sabtu (12/12). Petaka itu bermula sekitar pukul 08.00 Wib, yakni ketika puluhan siswa SDN Sukorejo 1 mengikuti kegiatan lapangan dalam rangka akhir semester ganjil.

Mereka didampingi beberapa guru. Sampai di lokasi sebagian pelajar bermain air. Kemudian keempat korban yang sejak awal bergandengan tangan terpeleset di salah satu kubangan sedalam lebih dari tiga meter dan tenggelam secara bersamaan.

Keempat korban adalah Eva Tri Anggraini,10,, Fatikhatul Khusna Aprilia atau Nana,10, Anggik Arianti,10, serta Devi Anugrah Cahyani,11. Seluruh korban masuh duduk di kelas IV dan beralamat di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Lokasi bekas pertambangan galian C yang belum direklamasi mengancam keselematan warga.