ADAKITANEWS, Kediri – Jembatan Tambibendo yang merupakan akses penghubung antara Kabupaten Kediri menuju Tulungagung, di Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri nyaris putus lantaran tergerus air sungai, Senin (24/04). Gus Sabut Pranoto Projo, putra almarhum Gus Miek, pemangku Ponpes Al Falah Ploso ikut andil membiayai pembenahan jembatan.

Dariono, warga setempat mengatakan, pembenahan penyangga jembatan ini sudah dilakukan sejak satu minggu lalu oleh Pemerintah dan dibantu oleh Gus Sabut Pranoto Projo. Pasalnya, jembatan Tambibendo juga merupakan akses jalan menuju ke Ponpes Al Falah Ploso di Kecamatan Mojo dan Makam Aulia Gus Miek di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo.

“Ya kan jembatan ini juga penghubung ke Ponpes Al Falah Ploso, selain itu juga ke makam Gus Miek ayahanda Gus Sabut Pranoto Projo. Agar tidak menghambat proses belajar santri pondok yang kebanyakan dari barat sungai ini,” cakapnya, Senin (24/04) sore.

Pantauan di lokasi, akibat adanya pembenahan tersebut arus lalulintas diberlakukan sistem buka tutup. Sepertiga jalan jembatan juga dipasang garis polisi, serta imbauan bahwa kendaraan yang boleh melintas adalah yang muatannya tidak lebih dari 20 ton.

“Selain jembatan Tambibendo, tanggul sungai ini juga jebol karena derasnya arus sungai. Beberapa hari yang lalu 2 rumah juga hanyut karena plengsengan kanan kiri sungai tergerus air,” ujar Aldi, salah satu penjaga disebelah barat jembatan.(udn)

Keterangan gambar : Proses pembenahan jembatan Tambibendo, serta garis Polisi yang melintang di sepertiga jalan jembatan.(foto:fasihhuddin kholili)