ADAKITANEWS, Tulungagung – Menjelang Pilkada 2018 yang digelar serentak, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung mengadakan Pendidikan Jurnalistik untuk mahasiswa dan pelajar se-Tulungagung, di aula SMKN 1 Boyolangu, Sabtu (25/11).

Kegiatan ini digelar salah satunya untuk menangkal berita hoax. Pasalnya fenomena berita palsu ini, sangat merisaukan. Dampak yang ditimbulkan akibat berita palsu juga amat besar, apalagi menjelang tahun politik mendatang.

“Jika fenomena berita hoax ini dibiarkan merajalela, tentu kita semua akan semakin dirugikan. Karena itu, praktik berita hoax harus dihentikan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pemahaman tentang jurnalistik dan produknya,” kata Ketua PWI Tulungagung, Mohammad Aminun Jabir.

Lanjut Jabir, dengan pembekalan ini setidaknya mereka dapat mengidentifikasi kebenaran berita, agar mereka tidak tersesat. “Apalagi tahun 2018 yang akan datang, Tulungagung merupakan salah satu yang melaksanakan Pilkada. Ini akan sangat rawan dimanfaatkan dengan penyebaran berita bohong lewat media sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dalam sambutan pembukaannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Maryoto berpesan kepada peserta untuk memanfaatkan media sebagaimana fungsinya. Kehadiran Maryoto Birowo bersama Kepala Dinas Pendidikan, Suharno serta Kasi SMA-SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Subagyo pun dimanfaatkan peserta untuk foto bersama.

Ketua Pelaksana Pendidikan Jurnalistik, Firman Sumantri menginformasikan bahwa acara ini diikuti sekitar 100 peserta. Selain dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi di Tulungagung, juga dikuti oleh perwakilan pelajar SMA dan SMK se-Tulungagung. Tampil sebagai nara sumber Wiwieko Dharmaidiningrum (Harian Bhirawa), dari Doni Iswara (Radio Liiur), Anang Faisal (MNC TV) dan dari media siber, Bambang Cahyono (adakita.news).(ta1)

Keterangan gambar : Situasi pendidikan jurnalistik PWI Tulungagung.(foto : acta cahyono)