ADAKITANEWSRaheem-8Raheem, Madiun – Suasana Lapas Kelas I Madiun di Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun, sejak Selasa (3/3) malam hingga Rabu (4/3) dini hari terasa berbeda. Hilir mudik pegawai Lapas, Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun hingga aparat keamanan terlihat dari pintu gerbang utama, seiring informasi beredar terpidana mati narkoba Raheem Agbaja Saleem warga Cordoba, Spanyol akan dilayar dinihari ke Nusa Kambangan.

Dilaporkan sosok pertama datang pukul 22.40 ke Lapas Kelas I Madiun yaitu penasehat spiritual Titus Tri Wibowo warga Kota Madiun. “Saya datang kesini hanya ingin ketemu Raheem saja, sekaligus memberikan dukungan moril jelang dia diberangkatkan ke Nusa Kambangan,” ujarnya kepada puluhan wartawan singkat langsung masuk ke dalam lapas.

Hilir mudik kedatangan pegawai Lapas Kelas I Madiun membuat puluhan wartawan terus siaga dihalaman Lapas, sekitar pukul 23.40 datang seorang pria paruh baya dan wanita muda. Kemudian diketahui wanita muda itu bernama Angela diketahui sebagai “teman dekat” Raheem, sedangkan sang pria mengaku guru dari Angela.

“Saya hanya ingin ketemu Raheem. Tolong, saya jangan disorot kamera dan ditanya terus. Apa pun hubungan saya dengan dia itu urusan pribadi,” ujar Angela mengaku warga Kota Madiun langsung menuju gerbang utama Lapas. Namun, dia tidak diperkenankan masuk oleh petugas Lapas Kelas I Madiun dengan alasan tidak hubungan apa pun dengan terpidana.

Tidak lama berselang, muncul Titus dari dalam Lapas langsung menemui dan menceritakan berbaggai hal kepada Angela. Sontak, Angela langsung histeris serta meminta agar bisa dipertemukan dengan Raheem. “Saya hanya ingin ketemu, usahakan saya bisa menemui dia, meski hanya beberapa menit,” ujar dalam isak tangis terus ditenangkan sang guru dan Titus.

Agaknya, upaya Angela untuk menemui Raheem sia-sia, sebab Titus pun tidak bisa memberikan jaminan dapat mempertemukan. Berikutnya, Rabu (4/3) pukul 00.50 datang sejumlah aparat keamanan dari Polres Madiun Kota dengan satu mobil tahanan milik Kejari Madiun langsung memasuki halaman Lapas Kelas I Madiun.

Mobil tahanan langsung mengambil posisi dipintu utama dengan dikawal sejumlah aparat Sabhara Polres Madiun Kota, Angela ikut merapat dekat mobil tahanan. Bahkan, sesekali ia meminta kepada petugas agar diperkenankan untuk bersalaman dan sejenak berbicara dengan Raheem sebelum dimasukan mobil tahanan.

Keinginan Angela pun kandas, ternyata dari pintu sisi selatan Lapas Kelas I Madiun, muncul mobil Iuszu Elf warna putih dengan kecepatan tinggi. Sekilas terlihat dari dalam mobil sejumlah aparat keamanan berpakaian hitam dengan memakai masker hitam mengapit seseorang juga berpakaian hitam. Tidak dketahui pasti, sejak kapan mobil itu masuk dalam Lapas Kelas I Madiun.

Seiring itu, mobil tahanan Kejari Madiun berada dipintu utara ikut menyusul bersama mobil aparat keamanan lain. “Wah, kita semua dikecoh ini,” ujar sejumlah wartawan. Hanya sejumlah kecil wartawan sempat mengambil gambar mobil membawa Raheem meluncur dengan kencang.

“Raheem menerima ketidakadilan, dia tidak pantas dihukum mati. Dia itu korban mafia narkoba. Mengapa hokum tidak melihat hal itu. Itu tidak adil, tidak adil,” ujar Angele langsung dibawa sang guru menuju ruang tunggu di halaman lapas. Mengetahui Raheem sudah berangkat tanpa bisa bertemu, sontak dipapah dalam kondisi menangis sesekali histeris. Kemudian Angela jatuh pingsan.

Selanjutnya, Angela mendapat pertolongan pegawai Lapas Kelas I Madiun dengan dibawa masuk kedalam untuk mendapat perawatan. Hingga pukul 02.30, Angela dan sang guru masih berada dalam lapas atau belum terlihat keluar. (UK)

Keterangan Gambar : Angela “orang dekat” dari Raheem langsung menangis mendengar penuturan tokoh spiritual Raheem yaitu Titus menceritakan kondisi usai ditemui dalam Lapas.