ADAKITANEWS, Kota Madiun – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Madiun mengelar Rapat Kerja dengan agenda pembahasan program tahunan, Sabtu (04/02). Raker tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Nawacita nomor 7, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi.

Raker yang digelar di aula Kecamatan Taman Kota Madiun tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, Ketua Dekopinda Kota Madiun, Ngedi Trisno SH, M Hum, serta Wakil Ketua Dekopinda Provinsi Jawa Timur, Drs Sularso MM.

Dalam sambutannya, Sularso memberikan apresiasinya terhadap Dekopinda Kota Madiun yang selama ini dinilai aktif dalam melaksanakan kegiatannya. “Raker Dekopinda sudah sesuai AD/ART serta sesuai Kepres 6 tahun 2011, yakni dalam rangka mensukseskan program Nawacita Nomor 7, mewujudkan kemandirian ekonomi,” jelas Sularso.

Ketua Dekopinda Kota Madiun, Ngedi Trisno Yushianto menjelaskan, agenda Raker tersebut adalah membahas program tahun 2017 sebagai penjabaran hasil Musda Dekopinda tahun 2016 yang nantinya disahkan menjadi pedoman Dekopinda sepanjang tahun 2017. “Serta laporan pertanggung jawaban pengurus terhadap pengelolaan dan pengunaan keuangan tahun 2016, sebagai wujud akuntabilitas pengurus,” jelas Ngedi dalam sambutannya.

Sementara itu Sekda Maidi dalam sambutannya menjelaskan, banyak ruang yang seharusnya masih bisa dimaksimalkan oleh koperasi. Dikatakannya, selama ini pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan ekonomi local. Salah satunya dibuktikan dengan digelontorkannya dana sebesar Rp 12 miliar yang bersumber dari APBD pemerintah daerah. “Dana tersebut boleh dipergunakan oleh koperasi maupun oleh UMKM. Pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi koperasi apabila ada permintaan fasilitas,” ujar Maidi.

Berdasarkan data yang ada, di Kota Madiun hanya ada sekitar 120-an koperasi yang aktif. Hal itu merupakan tugas Dekopinda untuk merangkul koperasi-koperasi yang masih belum bergabung dengan Dekopinda.

“Pemerintah kota giat membangun ulang pasar tradisional di Kota Madiun agar nantinya koperasi bisa ikut berkiprah mengairahkan roda perekonomian di pasar tersebut,” tegas Sekda dalam wawancara dengan Tim Adakitanews.com.

Apabila program tadi terlaksana, lanjut Maidi, maka secara otomatis akan menggerakkan perekonomian lokal sehingga tujuan pemerintah yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi tercapai. “Saya berharap agar koperasi mau berperan secara aktif di dalam operasi pasar dengan menggandeng instansi terkait saat menghadapi inflasi Kota Madiun,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Dekopinda Kota Madiun, Ngedi mengaku saat ini pihaknya merasa dilematis terkait banyaknya pengurus koperasi yang sudah berusia lanjut. Padahal untuk mengurus koperasi itu dibutuhkan tenaga-tenaga yang telaten, ulet, serta tekun. “Variable ini biasanya memiliki oleh pengurus senior berusia 45 tahun keatas,” jelas Ngedi.

Sebagai Ketua Dekopinda Kota Madiun, Ngedi mengaku pihaknya masih perlu mendorong lebih keras lagi koperasi yang ada di Madiun untuk tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam saja, sehingga pertumbuhan koperasi tidak melambat seperti saat ini.(bud)

Keterangan gambar: Sekda bersama pengurus DEKOPINDA Kota Madiun. (bawah) Ketua Dekopinda Kota Madiun, Ngedi Trisno.(foto: Budiyanto)