width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Rapat Paripurna dengan agenda pembacaan Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Nganjuk yang digelar di ruang rapat paripurna berjalan mulus. Penyampaian pemandangan umum dari 7 fraksi, diantaranya Fraksi PDIP, F-Gerindra, F- PKB, F-Golkar, F- Nasdem, F- Demokrat dan Fraksi Hnpenas berjalan tepat waktu.

Dari penyampaian pemandangan umum ke-7 fraksi, yang tergolong berani dan blak blakan adalah Fraksi Gerindra. Materi pemandangan umum fraksi yang diketuai oleh Purwoko tersebut menitik beratkan persoalan kenakalan remaja (penggunaan narkoba) dan tanggungjawab daerah mengenai pembangunan insfrakstruktur yang dinilai gagal total.Khususnya untuk pembangunan jalan di sejumlah titik di 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk sampai sekarang dibiarkan rusak parah.

Penyampaian 2 materi berbobot melalui pemandangan umum Fraksi Gerindra tersebut langsung disampaikan oleh Bashori S.Ag yang secara rinci meminta Satpol PP untuk segera menertibkan pusat perdagangan PK5 di area stadion Anjuk Ladang, tepatnya di utara obyek wisata Tral Klurahan Ploso.

Penertiban itu menurut F-Gerindra sangat beralasan. Karena banyak informasi dari masyarakat, di lokasi tersebut rawan terjadi transaksi peredaran narkoba. Disebutkan, yang sangat memprihatinkan, kelompok pengguna narkoba tersebut tidak hanya berasal dari khalayak umum saja, namun sudah menyentuh kalangan pelajar.

”Satpol PP harus segera mengambil tindakan tegas untuk melakukan penertiban. Malam hari harus tutup dan ada penjagaan ketat,” tegas Bashori saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media usai rapat paripurna selesai.

Disampaikan juga oleh Bashori, untuk item kegiatan pembangunan insfrastruktur juga menjadi persoalan besar di mata masyarakat Nganjuk. Karena banyak titik jalur jalan raya kondisinya rusak parah dan tidak layak.

”Zampai menjelang akhir tahun seperti ini, apakah Dinas PU Bina Marga masih mampu melaksanakan tugasnya untuk kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jalan jalan yang rusak parah. Dengan kondisi seperti ini jelas sangat mengganggu akses ekonomi masyarakat,” pungkas Bashori.

Meski rapat yang dihadiri oleh jajaran legislatif dari unsur ketua, pimpinan dan anggota dewan serta dari kalangan eksekutif sudah memenuhi korum, sangat disayanykan dalam agenda itu, orang nomor satu di Nganjuk yaitu Bupati Taufiqurrahman justru batal hadir dan diwakilkan Wakil Bupati KH Abdul Wakhid Badrus.(Jati)

Keterangan Gambar: Suasana Rapat Paripurna, Pandangan Umum Fraksi.(Foto : Bagus Jatikusumo)