ADAKITANEWS2015-09-30_20.33.10, Madiun – Buntut, terjadinya distribusi beras untuk warga miskin (Raskin) berkualitas buruk alias tidak layak konsumsi, membuat kalangan anggota dewan memberikan ultimatum kepada Perum Bulog Sub Divre IV Madiun. Dewan mengancam bakal menyetop distribusi raskin bagi rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM), jika kualitas beras disalurkan masih buruk.

Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Suwandi, usai melakukan sidak ke Gudang Beras Bulog Sub Divre IV Madiun di Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (30/9). “Penyaluran raskin dengan kualitas baik sudah menjadi kewajiban dan harus dipenuhi Perum Bulog Sub Divre IV Madiun,” ujarnya.

Ia menyatakan jika kewajiban itu tidak dipenuhi dan insiden pembagian raskin buruk terus berulang hal ini jelas merugikan RTS-PM. “Jadi kalau distribusi raskin buruk ini masih terus-terusan terjadi, kami minta agar dihentikan,” tegasnya. Dalam sidaknya, kalangan dewan juga mengecek tumpukan raskin berkualitas buruk yang menumpuk di salah satu sudut gudang.

Ratusan karung raskin yang dicek itu merupakan hasil penarikan dari Kelurahan/Kecamatan Wungu pekan lalu. “Setelah dicek, kualitasnya memang buruk dan tidak layak konsumsi. Terlihat bekatul dan menirnya masih banyak sekali. Baunya pun apek, mungkin sejak awal kualitas berasnya memang kurang bagus,” ujarnya lagi.

Menurutnya melihat buruk kualitas beras, pihaknya yakin jika RTS-PM di Kabupaten Madiun tidak ada yang mau mengkonsumsi. Karena itu, Perum Bulog Sub Divre IV Madiun harus lebih intens dalam mengecek setiap raskin hendak didistribusikannya. “Kalau raskin disetorkan kualitasnya buruk, jelas rawan dijual kembali. Kalau sudah sampai seperti itu, subsidi beras murah yang diberikan pemerintah bagi masyarakat kecil sia-sia belaka,” ujarnya.

Kepala Perum Bulog Sub Divre IV Madiun Rachmat Syahdjoni mengatakan untuk raskin berkualitas buruk terlanjur beredar beberapa waktu lalu sudah ditarik. Dari sekitar 700 karung atau hampir 10 ton raskin itu nantinya bakal diolah kembali melalui proses fumigasi. Prosesnya bisa dengan mesin blower atau pemolesan ulang.

“Kasus di Kelurahan Wungu itu sebenarnya tidak layak hanya beberapa karung saja, tapi semua akhirnya harus ditarik kembali. Sudah menjadi konsekuensi kami (Bulog) untuk menggantinya dengan baik, untuk penyimpanan raskin akan disalurkan bulan depan tergolong baik, sebab penyimpanannya tergolong baru yaitu 2 minggu,” ujarnya. (UK)

Keterangan Gambar : Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Suwandi disaksikan anggota dewan lainnya dan Kepala Perum Bulog Sub Divre IV Madiun Rachmat Syahdjoni, tengah mengecek raskin yang akan disalurkan ke masyarakat bulan depan.