ADAKITANEWS, Tulungagung – Jajaran reskoba Polres Tulungagung berhasil mengamankan satu mobil pick up berisi makanan siap edar yang diduga menggunakan zat pewarna tekstil. Selain itu sebanyak 130 bungkus garam merk Bleng Kristal yang positif mengandung zat berbahaya boraks juga diamankan. Penjual sekaligus pemasok barang-barang tersebut, Pugung Nasuri, warga Desa Sumbergayam Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek kini masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskoba Polres Tulungagung, AKP Siswanto menuturkan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari temuan Dinas Kesehatan dan BPPOM Jawa Timur, saat melakukan sidak makanan beberapa waktu lalu. Dalam sidak tersebut tim menemukan beberapa makanan yang positif mengandung zat berbahaya seperti Boraks dan Rhodamin B. “Setelah ada laporan temuan kita mencoba untuk mengembangkannya,” ujarnya, Kamis (04/08).

Polisi kemudian mencoba menelusuri sejumlah produsen makanan yang diduga menggunakan bahan makanan berbahaya. Dari hasil penyidikan, polisi menemukan sebuah toko di wilayah Ngunut yang menjual garam dan positif mengandung boraks. Dari toko tersebut polisi mengamankan 130 bungkus garam merk Bleng Kristal, yang merupakan bahan makanan berbahaya. “Bahan tersebut juga tidak memiliki izin edar,” tuturnya.

Setelah itu Polisi juga mengamankan sebuah pick up bermuatan makanan jenis kerupuk siap edar. Makanan tersebut diduga mengandung zat pewarna tekstil yang mengandung Rhodamin B. Hingga kini polisi masih melakukan penyidikan terhadap pemilik industri dan penjual boraks tersebut. Mereka diancam dengan pasal 42 Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman kurungan dua tahun.(bram/jati)