Ratusan Buruh Demo Tuntut Kenaikan UMK 63%

910

ADAKITANEWS2015-10-08_20.01.30, Jombang – Ratusan buruh yang tergabung dalam FPR (Front Perjuangan Rakyat) Jombang Jawa Timur menggelar aksi turun jalan menuntut kenaikan UMK (Upah Minimum Kabupaten), Kamis (8/10). Ratusan buruh ini menuntut Pemkab Jombah menaikan UMK dari 1,7 juta menjadi 2,7 juta.

Demo2015-10-08_20.02.10 para buruh yang tergabung dalam FPR memulai aksinya dari depan Kantor Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Jombang. Di tempat itu, mereka melakukan orasi secara bergantian sembari menunggu kedatangan buruh dari pabrik lain. Setelah berkumpul dengan jumlah cukup besar, massa FPR kemudian bergerak menuju Kantor Pemkab Jombang.

Heru Sandi, koordinator lapangan (Korlap) aksi mengatakan, aksi buruh tersebut untuk menuntut kenaikan UMK, yakni dari Rp 1,7 juta menjadi Rp 2,7 juta. Menurut Heru Sandi, tuntutan itu berdasarkan hasil survei di sejumlah pasar yang dilakukan buruh. “Krisis global saat ini sudah membuat kebutuhan pokok semakin mahal. Maka kami menuntu pemerintah segera menaikan UMK kami,” ujarnya

Ironisnya, Heru Sandi menyayangkan sikap Pemkab  melalui Dewan Pengupahan  (DP) Jombang belum menemukan nilai UMK tahun 2016. “Makanya kawan-kawan hari ini menuntut bahwasanya peranan daripada pemerintah daerah kita itu untuk segera menetapkan upah minimum Kabupaten Jombang yang hari ini belum ada pembahasan sama sekali di tingkat dewan pengupahan,” kata Heru Sandi.

Disinggung rencana Gubernur Soekarwo yang tidak akan menaikkan UMK, Heru berpendapat bahwa hal tersebut harus mendapatkan garansi dari orang nomor satu di Jatim. Dalam arti, jika gubernur tidak akan menaikkan UMK, maka harus berani menggaransi sembako dan kebutuhan lain juga tidak naik. “Kalau memang seperti itu (tidak ada kenaikan UMK-red) pihak Pemprov harus bisa memberikan garansi dong. Garansi untuk harga sembako itu tidak naik,” jelasnya

Pantauan tim adakitanews.com di sela-sela aksi, seorang buruh bernama Kasiono naik ke atas mobil. Dia meminta seluruh buruh yang ikut aksi memanjatkan doa untuk aktivis anti tambang di Kabupaten Lumajang, Salim alias Kancil, yang tewas karena dibunuh.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Buruh di Jombang, yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat saat melakukan demo menuntut kenaikan UMK