ADAKITANEWS, Tulungagung – Untuk mengejar swasembada kedelai, Kodim 0807/Tulungagung bersama Kepolisian Dinas Pertanian setempat dan para petani, melakukan tanam kedelai serentak di lahan milik TNI AD di Perkebunan Kaligentong Desa Wonosari Kecamatan Kalidawir Tulungagung.

Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Czi Agung Isa Rahman menginformasikan bahwa total lahan milik TNI AD yang akan ditanami kedelai adalah seluas 180 hektare dan tersebar di 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Kalidawir, Pucanglaban dan Tanggunggunung.

“Penanaman bibit kedelai di lahan eks-perkebunan Kaligentong di Kecamatan Pucanglaban mencapai 100 hektare. Untuk di Kecamatan Kalidawir 70 hektare dan Tanggunggunung 10 hektare,” kata Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Czi Agung Isa Rahman, Rabu (21/02).

Tambah Dandim, minimnya lahan pertanian untuk menanam kedelai menyebabkan produksi kedelai di Tulungagung masih jauh dari kebutuhan. Untuk kebutuhan yang harus dipenuhi adalah sekitar 13 ribu ton pertahun, sementara produksinya baru tercapai sekitar 1.323 ton pertahun.

Pelaksanaan penanaman kedelai mereka lakukan dengan melibatkan ratusan petani sekitar. Total ada lima kelompok tani (Poktan) yang digandeng, dengan rincian satu Poktan di Kecamatan Tanggunggunung, dua kelompok tani di Kecamatan Kalidawir, dan dua kelompok lagi di Kecamatan Pucanglaban.

“Terhadap para petani yang bersedia menanam kedelai, termasuk yang menanam di lahan milik TNI AD pemerintah akan mendukung penyediaan benih, pupuk, dan pengawalan serta pendampingan kepada petani hingga berhasil panen,” ujar Letkol Czi Agung Isa Rahman.

Lanjutnya, untuk memacu petani menanam kedelai varietas unggul, salah satunya verietas Anjasmoro. Bahkan, pemerintah telah menjamin saat panen kedelai dengan menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 8.500 per kilogram. (bac)

Keterangan gambar : Petani bersama TNI, Kepolisian Dinas Pertanian Tulungagung melakukan penanaman kedelai.(foto : acta cahyono)