ADAKITANEWS, Kota Madiun – Tim Satuan Reserse dan Narkoba Polres Madiun bersama petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan penggeledahan tempat produksi obat tradisional terlarang atau ilegal, Senin (18/09) sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi tersebut bernama Nurusy Syifa Center yang berada di Jalan Raya Ponorogo Nomor 11 Kabupaten Madiun.

Hasil penggeledahan petugas di lapangan, ditemukan ratusan botol kecil obat – obatan tradisional ilegal yang sudah terkemas rapi dan juga dilabeli merk, dan sengaja disimpan oleh pemiliknya pada sebuah tempat rahasia.

Nurma Yulis, yang menjabat sebagai Staf Bidang Pemeriksaan BPOM Surabaya menerangkan jika awalnya BPOM hanya melakukan pemeriksaan rutin saja di lokasi tersebut. Tapi saat melakukan pemeriksaan, dirinya bersama rekan lain malah menemukan obat – obatan tanpa izin edar, yang kebetulan merupakan jenis obat tradisional.

“Kami berdua dari BPOM Surabaya awalnya hanya akan melakukan pemeriksaan rutin di Klinik Nurusy Syifa. Pemeriksaan yang kita lakukan termasuk bahan baku produksi. Ternyata ada diketemukan obat – obatan tradisional tanpa disertai izin edar. Tapi pemilik nekat memproduksi padahal jelas izin belum dikeluarkan,” jelas Nurma, Selasa (19/09) dini hari.

Karena ada penemuan tersebut dirinya segera melapor ke atasannya serta pihak kepolisian, yakni Satresnarkoba Polres Madiun. Selanjutnya bersama petugas, mereka melakukan penggeledahan dan menemukan berbagi jenis obat – obatan tanpa izin edar.

“Obat dikatakan berbahaya atau tidak dasarnya adalah izin edar. Jika mengantongi izin edar maka obat tersebut aman. Dan yang berhak menyatakan obat itu aman atau tidak adalah BPOM,” lanjutnya.

Selain obat-obatan tradisional, di lokasi juga ditemukan beberapa produk obat kecantikan. “Ada lima item obat tradisional yang sementara ini kita temukan ilegal, dan salah satunya bisa untuk kesuburan,” urai Nurma.

Nurma menyatakan jika semua obat – obatan yang disita tersebut tidak memiliki izin edar sehingga bisa dikategorikan obat ilegal. Selanjutnya, Nurma menyerahkan lebih lanjut penanganan temuan itu kepada pihak Kepolisian. “Sebenarnya jika tanpa izin edar harusnya tidak perlu kami periksa lagi karena pasti menyalahi aturan. Kami hanya periksa yang ada izin edarnya apakah aman atau tidak. Kalau sudah tanpa izin pasti ilegal, kami tidak perlu periksa lagi tapi langsung disita dan dimusnahkan,” jelasnya.

Sementara itu Kasatnarkoba Polres Madiun, AKP Agung Sutrisno mengatakan, alasan pihaknya melakukan penyitaan adalah karena pemilik tidak dapat menyampaikan izin edar.

“Kami lakukan penyitaan karena tidak ada izin edarnya. Dan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKP Agung.

Lanjut Kasat, pemilik industri obat – obatan terlarang ilegal akan dijerat dengan Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal 196 dan Pasal 197.

Untuk diketahui, dalam proses penyitaan dan penggeledahan yang berlangsung hingga Selasa (19/09) dini hari tersebut, kepolisian dan BPOM sempat mengalami kesulitan. Petugas, sempat dihalang – halangi serta berdebat dengan sang pemilik.

Terpisah, Suparno selaku pemilik industri menyatakan jika izin obat – obatan yang diproduksinya hingga saat ini memang sedang dalam proses. “Izin edar sebenarnya sudah kita urus. Proses produk kami sudah empat atau lima tahun yang lalu,” ujar Suparno.

Ia menuturkan jika tempat produksi obat – obatan tradisional miliknya sudah beroperasi sejak tahun 2009 dengan melibatkan karyawan sebanyak 30 orang. Dan hingga saat ini, sudah ada kurang lebih 24 item produk yang diedarkan.(bud)

Keterangan gambar : Petugas sedang mendata obat – obatan ilegal yang di sita. (foto : budiyanto)