ADAKITANEWS, Nganjuk – Aparat gabungan dari TNI dan Polri mengerahkan sedikitnya 600 personel khusus untuk mengamankan kegiatan Malam Suran Prosesi Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Minggu (30/10). Mereka terdiri berbagai satuan di Polres Nganjuk, termasuk Satuan Pengendali Massa (Dalmas), diperkuat dengan pasukan dari Kodim 0810 Nganjuk.

Dalam acara prosesi tersebut, dilakukan sterilisasi ketat di sekitar lokasi. Mengingat acaranya dihadiri oleh ribuan pendekar dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk.

Menurut Kapolres Nganjuk, AKBP Joko Sadono, strerilisasi dilakukan terutama untuk mencegah terjadinya bentrok dengan warga maupun perguruan silat lain. “Personel juga kami menyebar di titik-titik jalan protokol. Pengamanan akan berlangsung secara simultan sejak Jumat (28/10) sampai Minggu (30/10),” terangnya.

Peringatan Malam Suran merupakan ritual tahunan PSHT sekaligus pengesahan anggota perguruan baru yang dihadiri seluruh anggota PSHT dari berbagai desa dan kecamatan.

Sementara itu, Gondho Hariono, Ketua Cabang PSHT Nganjuk menjelaskan pada malam pertama, acara juga dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk. “Alhamdulillah sejauh ini acaranya berjalan tertib dan lancar,” kata Ketua Cabang PSHT Nganjuk, di sela-sela prosesi pengesahan warga baru 2016.

Dalam acara pengesahan itu, Gondo Hariono juga berpesan kepada para warga baru jangan ragu – ragu dalam acara pengesahan. “Jangan banyak berpikir, para calon warga harus mematuhi tata cara dalam pelaksanan pengesahan warga PSHT. Sebaik-baiknya manusia hidup di dunia ini adalah manusia yg mengrti dan bermanfaat bagi orang lain, serta manusia yg setia menjaga persaudaraan dalam proses Memayu Hayuning Bawono dan berbudi luhur, tahu yang benar dan salah,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Nganjuk, Taufiqurahman, saat menghadiri acara pengesahan warga baru PSHT mengatakan bahwa bulan Suro atau Muharam merupakan suatu saat dimana kita dapat mendekatkan diri kepada sang pencipta. “PSHT melaksanakan pengesahan pada bulan Suro atau Muharam untuk menciptakan suatu manusia yang selalu dekat dan mengingat Sang Pencipta,” terang Bupati.

Bupati juga berharap kepada calon warga baru PSHT agar senantiasa berbuat baik dan menjaga persaudaraan antar manusia. “Agar menciptakan suatu persatuan yang kuat. Jangan sampai ada oknum-oknum yang mengotori nama PSHT dengan membuat keributan maupun hal lain yang berbau kriminal, sehinga citra PSHT di mata masyarakat menjadi lebih baik dan bermanfaat,” pungkas Bupati dua periode ini.(Jati)

Keterangan Gambar: Prosesi Pengesahan Warga Baru Setia Hati Terate.(Foto : Bagus Jatikusumo)