ADAKITANEWS, Sidoarjo – Ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) YPM 1 Wonoayu menggelar aksi penggalangan tandatangan sebagai wujud dukungan mereka agar Indonesia terbebas dari tidak kekerasan seksual pada anak. Aksi yang dilakukan di halaman sekolah pada Sabtu (28/05) tersebut ternyata juga mendapat dukungan dari walimurid yang juga berharap agar anak-anak mereka bisa jauh dari kekerasan seksual.

Selain mendukung terbebasnya Indonesia dari kekerasan seksual pada anak, aksi bertajuk 1.000 tanda tangan tersebut juga merupakan bentuk dukungan siswa dan walimurid kepada Kepolisian untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku kekerasan seksual pada anak.

Banner berukuran sekitar 1 meter x 3 meter tersebut diharapkan menjadi saksi bahwa siswa MTs YPM 1 Wonoayu beserta para walimurid benar-benar menginginkan bersihnya Indonesia dari perilaku kejahatan seksual. Nanik, salah satu walimurid kelas IX mengaku sangat mengapreasi aksi tersebut. Ia juga sengaja ikut adil membubuhkan tandatangan sebagai dukungan orangtua yang tidak menginginkan kekerasan seksual kepada anak terulang kembali. “Kami sebagai orang tua tentu sangat prihatin dengan maraknya pemberitaan tentang kekerasan seksual belakangan ini. Kami juga meminta kepada Polisi dan aparat penegak hukum lainnya untuk tidak segan-segan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku,” ungkap Nanik.

Senada dengan hal tersebut, Kepala MTs YPM 1 Wonoayu, Suhardi mengatakan bahwa, aksi para siswa dan walimurid tersebut merupakan ungkapan rasa keprihatinan mereka atas kasus kekerasan seksual yang kerap terjadi belakangan ini. Diharapkan, para orangtua juga ikut andil dengan cara terus mengawasi putra-putrinya agar tidak ikut terjerumus bahkan menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual. “Acara ini juga sekaligus memperingati Hari Perlindungan Anak sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Saya mengimbau kepada walimurid untuk terus mengawasi anaknya dan selalu memberikan pengawasan ke manapun anak mereka pergi,” imbuhnya Suhardi.(kur)

Keterangan gambar: Aksi galang seribu tandatangan sebagai dukungan Stop Kekerasan Seksual pada anak.(foto: kurniawan)