IMG_1143ADAKITANEWS, Tulungagung – Ratusan tanaman cabai yang berada di Kabupaten Tulungagung diserang hama patek. Akibatnya petani merugi hingga puluhan juta rupiah karena hasil panennya menurun drastis. Meskipun harga cabai sekarang ini mahal namun tidak mampu menutupi biaya perawatan akibat serangan hama ini.

Hama patek mulai menyerang sejak sepekan yang lalu. Hama langsung menyerang pada buah yang mengakibatkan busuk dan rontok dengan sendirinya.

Penyakit patek disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Jika menyerang ketika masih pembibitan akan menyebabkan kecambah layu jika pada tanaman dewasa menyebabkan mati pucuk, busuk kering pada batang dan daun sedangkan efek pada buah cabai akan membusuk seperti terbakar.

Lasemi,50, salah satu petani cabai Desa Tugu Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Lasemi yang menanam sekitar 3500 bibit, hampir setengahnya dirusak hama patek. Dampaknya, tanaman yang sedang berbuah itu banyak yang mati, atau buahnya membusuk.

“Tanaman dan buah yang rusak diserang hama itu sekitar setengahnya dari  3500 (bibit) yang saya tanam. Makanya kalau dihitung – hitung dari modal yang dikeluarkan untuk penanaman, saya rugi,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadikan hasil panen jauh menurun. Panen pertama yang dilakukannya beberapa hari yang lalu masih bisa mencapai 1 kwintal, namun karena hama patek yang menyerang dalam sepekan kemarin mengakibatkan hasil panennya turun drastis dan hanya menghasilkan sekitar 10 kilogram hingga 30 kilogram. Padahal umumnya, kalau tanaman sedang bagus bisa menghasilkan lima kali lipatnya.

“Memang satu kilonya untuk cabai rawit saya jual terkahir Rp 22.000, sedangkan untuk cabai keriting satu kilo Rp 8000,-.  Tapi karena hasil panennya minim, tetap saja rugi,” kata dia.

Tingginya serangan hama juga dirasakan Nyoris,30, petani lainnya, 2.500 tanaman cabai yang mulai dipanennya kali ini jauh menurun drastis ketimbang sebelumnya. Dikatakan, sejauh ini dia sudah melakukan delapan kali panen. Setiap kali panen, dia hanya mengasilkan sekitar 4 kilogram.

“Padahal kalau sedang bagus, panennya bisa dua atau tiga kali lipatnya,” jelas dia.

Nyoris menambahkan, sampai sekarang ini dia merasa kesulitan untuk mengatasi hama patek tersebut, karena segala macam obat yang diberikan juga tidak mempan. Hama begitu cepat menyerang, apalagi jika sering turun hujan dan pada malam hari turun kabut, dengan cuaca tersebut hama akan cepat sekali menyerang dalam satu malam buah cabai yang siap panen langsung membusuk.(Bram).

Keterangan Gambar : Lasemi petani cabai Tulungagung yang merugi akibat diserang penyakit patek