f- Rapuh- jembatan lama kertosono Kabupaten NganjukF- Jembatan lama Kertosono yang menghubungkan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Kediri@dakitanews, Nganjuk –  Jembatan lama kertosono yang membentang diatas sungai Brantas, beralih fungsi sebagai tempat mangkalnya para waria melakukan transaksi seks komersial dimalam hari. Jumlah mereka hingga puluhan orang, yang berasal sekitar Kertosono.

“Kalau malam disini ramai banyak waria, biasanya cangkrukan di warung nunggu tamunya. Tapi lumayan juga lo mas, warung saya jadi ramai pembeli,” ujar Sum salah satu pemilik warung disekitar jembatan lama ini.

Sebelum dibangunnya jembatan baru, yang terletak disebelah selatan.  Jembatan lama ini merupakan jalur utama propinsi yang menghubungkan dua wilayah kabupaten Nganjuk dan kabupaten Kediri dan merupakan satu-satunya jalur lintas selatan yang dilalui berbagai jenis kendaraan dari propinsi jawa timur ke propinsi Jawa tengah, DIY maupun ke DKI jakarta.

Namun sejak dibangunnya jembatan baru dan jalur baru, maka dalam beberapa tahun terakhir, jembatan yang sudah rapuh ini sudah tidak dilewati kendaraan roda empat atau lebih. Praktis hanya kendaraan roda dua dan becak yang masih banyak melewati jembatan milik Pemprov Jatim ini.

Meskipun praktek esek-esek ala waria ini sudah lama terjadi, namun hingga kini pihak Satpol PP Kabupaten Nganjuk belum pernah melakukan penertiban maupun menggelar razia.

Dikawatirkan dengan maraknya prostitusi oleh waria ini, resiko penyebaran virus HIV/AIDS akan semakin tinggi. Seperti yang dituturkan Trisna dari Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Nganjuk, menurutnya jika hal ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada tindakan dari Instansi terkait maka dikawatirkan potensi terjangkitnya Virus HIV/AIDS sangat besar.

“Kalau tidak dipantau, mereka berpotensi besar terjangkit virus HIV/AIDS. Kami pernah melakukan tes VCT Mobile bagi waria, untuk mendeteksi apakah mereka terkena virus mematikan itu apa tidak, namun untuk sementara yang kami ambil sampel darahnya adalah para waria yang bekerja di salon atau pemilik salon itu sendiri. Untuk para waria yang mangkal secepatnya akan kami lakukan juga,” terang Trisna (Kmto/Jati).