ADAKITANEWS, Tulungagung – Maraknya bisnis rumah kos di Kabupaten Tulungagung membuat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat menggelar razia, Kamis (07/09). Razia dilakukan di sejumlah rumah kos yang memiliki hunian lebih dari 10 kamar.

Di sebuah rumah kos di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Tulungagung, petugas langsung memeriksa satu persatu kamar. Di salah satu kamar, petugas menjumpai sepasang muda-mudi di dalam kamar.

“Kepada mereka berdua akan kita mintai keterangan dan kita data, apakah mereka merupakan pasangan resmi atau tidak,” kata Kustoyo, Kabid Penegakan Satpol PP Tulungagung.

Tidak sampai disitu saja, razia dilanjutkan ke sejumlah rumah kos lainnya. Hasilnya, petugas juga mendapati rumah kos yang tidak memiliki izin sebagai usaha rumah kos. Ada juga izin usaha rumah yang habis masa berlakunya, namun oleh pemiliknya tidak diperpanjang.

Selain rumah kos, petugas juga melakukan razia di sejumlah tempat hiburan cafe dan karaoke yang disinyalir tidak mengantongi izin. “Razia ini tidak hanya untuk rumah kos, namun juga tempat-tempat hiburan. Ini untuk memastikan izinnya beres atau tidak,” lanjut Kustoyo.

Di cafe dan karaoke Dinasti yang berada Jalan Panglima Sudirman, petugas langsung memeriksa satu persatu ruangan karaoke yang terdapat pengunjungnya. Di lokasi itu, petugas mendapati pengunjung laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan suami istri sedang menegak minuman keras dengan kadar alkohol 40 persen.

Bahkan, di tempat Karaoke Dewi-Dewi yang terletak di Sidorejo Kecamatan Kauman, dijumpai penjualan minuman keras dari berbagai merek terkenal, yang harganya mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kustoyo mengatakan, petugas akan meminta keterangan dari pemilik atau pengelola cafe dan karaoke yang menyediakan miras untuk tamunya. “Ini sesuai dengan Perda nomor 7 tahun 2012, bahwa setiap usaha harus memiliki izin dari pemerintah kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.(ta1)

Keterangan gambar : Petugas Satpol PP sedang melakukan pemeriksaan penghuni kos.(ist)