mpr rimpr ri 2ADAKITANEWS, Bandar Lampung – Anggota MPR RI, Dwie Aroem Hadiatie melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) berkaitan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kali ini RDP tersebut mengundang beberapa elemen mahasiswa, terutama dari Fakultas Hukum di Bandar Lampung.

RDP dilakukan di Ruang Pertemuan Begadang Resto, Bandar Lampung pada akhir Februari lalu. Kegiatan tersebut merupakan pengejawantahan dari tugas anggota MPR RI sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, dimana anggota MPR berkewajiban menyelenggarakan di masing-masing daerah pemilihannya.

“Kegiatan ini akan terus menerus kita lakukan karena merupakan kewajiban bagi seluruh anggota MPR RI sesuai amanat undang-undang,” jelas Aroem. (28/02).

Acara RDP kali ini menghadirkan Armen Yasir, S.H., M.Hum dari Fakultas Hukum UNILA sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, narasumber terlebih dulu menyajikan materi mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemantik diskusi.

Dalam kesempatan tersebut, Aroem menyampaikan bahwa Rapat Dengar Pendapat dilakukan dengan melibatkan mahasiswa terutama fakultas hukum dengan alasan agar peserta yang hadir dapat berperan lebih aktif dalam diskusi sehingga input yang diharapkan dari RDP tersebut, yakni aspirasi mengenai pelaksanaan Undang-Undang Dasar NRI 1945 berikut nilai-nilai Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat tercapai.

“Saya yakin bahwa mahasiswa yang hadir disini sudah memiliki pemahaman dasar mengenai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sehingga dapat berpikir kritis dan memberikan masukan yang bermanfaat terkait pelaksanaannya.” Ujar Aroem.

Dalam sesi tanya jawab, Fajar, mahasiswa fakultas hukum UNILA menyampaikan bahwa keberadaan UUD NRI 1945 sebagai konstitusi belum tercermin dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. “Buktinya banyak peraturan yang sebagian atau seluruhnya dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai the guardian of constitution,” tegas Fajar.

Menanggapi hal tersebut, Aroem menyampaikan bahwa pentingnya diadakan RDP mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, agar aspirasi mahasiswa seperti Fajar dapat terserap untuk selanjutnya disampaikan kepada pimpinan MPR.(adv/ys)

Keterangan Gambar : RDP MPR RI Dwie Aroem Hadiatie bersama para mahasiswa di Bandar Lampung