width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Satuan Reskrim Polres Nganjuk menggelar rekonstruksi kasus penemuan mayat perempuan hamil di Sungai Brantas, Selasa (14/06). Hasilnya diketahui bahwa mayat tanpa identitas yang diperkirakan berusia 35 tahun dengan ciri-ciri bertubuh besar, mengenakan sweater merah dengan celana panjang warna hitam adalah korban pembunuhan.

Wanita malang tersebut bernama Sunarsih, 37, warga Desa Kunjang Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri, yang dibuang di tepi Sungai Brantas Desa Kutorejo Kecamatan Kertosono. Pihak Satreskrim Polres Nganjuk akhirnya berhasil membongkar kasus pembunuhan bermotif perselingkuhan yang mengakibatkan korban hamil dan meminta pertanggungjawaban pelaku.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Pino Ary mengatakan sebelumnya pihaknya telah berhasil menangkap dua tersangka yang diduga merupakan pelaku pembunuhan, yakni Sofyan Nuriyono, 27, dan Ahmad Ridwan, 19, yang merupakan warga Dusun Watuduwur Desa Tengger Lor Kecamatan Kujang Kabupaten Kediri. Keduanya ditangkap saat berada di pinggir Jalan Raya Kunjang-Plemahan, tepatnya di Desa Mojoayu Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri, Senin (13/06) lalu sekitar pukul 07.00 WIB.

AKP Pino menjelaskan, rekonstruksi yang digelar sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.10 WIB tersebut dilakukan guna mendalami kasus. Dalam rekonstruksi tersebut, kedua tersangka memperagakan 13 adegan cara mereka melakukan aksi sadis kepada korban. Korban diketahui tewas akibat dicekik dan dijerat tali tambang oleh tersangka.

Diketahui, Sofyan merupakan pelaku otak pembunuhan yang juga teman dekat korban. Sedang eksekutornya adalah Ahmad Ridwan. Rekonstruksi tersebut juga menghadirkan Agus Warsito, 20, warga Dusun Watuduwur Desa Tengger Lor Kecamatan Kujang Kabupaten Kediri yang berperan sebagai penghubungan antara Sofyan dan Ahmad Ridwan. Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti berupa ponsel milik korban. “Motif sementara pembunuhan adalah dendam tersangka kepada korban karena korban meminta pertanggungjawaban tersangka atas kehamilannya,” AKP Pino.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman lebih dari 15 tahun penjara.(Jati)

Keterangan gambar: Proses rekonstruksi pembunuhan.