ADAKITANEWSPecel-8Pecel-11, Madiun – Bertajuk “Pecel Pincuk Spektakuler”, Hotel Aston Kota Madiun, menciptakan rekor Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) berupa “Pecel Pincuk Terbesar”, digelar di halaman parkir hotel setempat, Minggu (26/4).

General Manager (GM) Hotel Aston Madiun Andik Kuswandik menjelaskan acara pemecahan rekor itu diciptakan, untuk mengangkat kearifan lokal khususnya kuliner. “Kami punya harapan, agar nasi pecel Madiun makin dikenal dalam kancah nasional dan dunia. Kegiatan ini selain untuk pemecahan rekor dunia, kami ingin mengangkat kerifan lokal di Madiun, khususnya untuk bidang kuliner. Apalagi, Madiun terkenal adalah pecelnya, persiapan dilakukan untuk menciptakan rekor itu selama 3 pekan,” jelasnya.

Menurutnya masih ada keinginan lain untuk menciptakan rekor yang bakal digelarnya lagi di akhir tahun ini (2015). Dia berharap kegiatan yang dilakukannya mampu mengangkat ekonomi kreatif warga setempat. “Baik itu di Kota dan Kabupaten Madiun, agar makin dikenal lebih luas lagi. Soal rekor apalagi akan diciptakan, kami masih pikirkan. Pastinya, jelang akhir tahun ini ada penciptaan rekor baru,” ujarnya serius.

Sementara itu, Direktur LEPRID Paulus Pangka menyatakan, acara digelar Hotel Aston berhasil membuat nasi pecel picuk terbesar di dunia, merupakan keberhasilan dalam bidang ekonomi kreatif dan ketahanan pangan. Jika sebelumnya, didaftarkan dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter, ternyata ukurannya bertambah panjang besar 3,72 meter dan lebar 3,5 meter serta berat 400 kg.

“Ekonomi kreatif dengan ditunjang kearifan kerifan lokal termasuk kuliner, harus ditunjukkan dan diperkenalkan pada dunia, agar dunia tahu di Indonesia memiliki puluhan ribu atau ratusan ribu masakan khas dan termasuk makanan pecel pincuk di Madiun ini. Pecel gabungan dari nasi, sayuran, lauk hingga makanan tambahan seperti peyek dan lempeng punya nilai gizi tinggi,” ujarnya.

Pengawasan pembuatan rekor itu, tambahnya, diawasi sejak pukul 03.00 dinihari, guna memastikan makanan diberikan kepada masyarakat nanti, benar-benar steril dalam pengolahan hingga penyajian. “Hasilnya, terciptalah rekor ke-48 dari Leprid, dari ekomomi kreatif bidang kuliner berupa “Pecel Pincuk Terbesar” dikenal makanan khas Madiun,” lanjut Paulus Pangka.

Terpisah, Executive Cheef Subadri menjelaskan bahan dipakai untuk “Pecel Picuk Terbesar” dari bambu dilapisi daun pisang seberat 50 kg, lalu masakan dari beras 150 kg, daging 10 kg, ati 10 kg, ampela 10 kg, paru 10 kg, ayam 25 kg. Disusul, lidah sapi 10 kg, telur 25 kg, tauge kecil 10 kg, tauge panjang 10 kg, sambel pecel 25 kg dan lainnya.

“Kami persiapan secara matang dengan dibantu sejumlah tenaga, sehingga terciptalah rekor itu,” ujarnya. Kegiatan disaksikan pejabat Kota dan Kabupaten Madiun, Komandan Korem 081 DSJ Madiun Kolonel Czi M. Reza Utama, pejabat Kodim 0803 Madiun,  Komandan Batalyon 501 Bajra Yudha Mayor Inf Andi Kusworo, Polres Madiun Kota, Polres Madiun serta ratusan masyarakat Kota Madiun. (UK).

Keterangan Gambar : “Pecel Pincuk Terbesar” oleh Aston Kota Madiun, yang dicatat Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai rekor ke-48,