Rembug Bareng Soal Banjir di Sidoarjo

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Masalah banjir yang rutin terjadi di Kabupaten Sidoarjo saat musim penghujan, menggugah rasa kepedulian masyarakat. Bersama dengan para pejabat Pemkab Sidoarjo, toko masyarakat dan elemen dari berbagai organisasi peduli Kali Buntung, digelar acara diskusi bareng yang membahas persoalan-persoalan tersebut di Gedung Rektorat Universitas Sunan Giri Waru, Rabu (09/11).

Hadir dalam diskusi itu, Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifuddin, Kepala Dinas PU Pengairan, H Fathurrahman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ir Sulaksono, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasich, Kepala Desa se-Kecamatan Waru, serta warga yang selama ini kerap terdampak banjir.

Cak Nur, sapaan akrab Wabup Sidoarjo mengatakan, sering meluapnya Kali Buntung yang akhirnya menyebabkan banjir, perlu mendapatkan penanganan serius. Baik program jangka panjang, menengah maupun jangka pendek.
“Untuk penanganan jangka menengah tahun 2017, penanganan banjir sudah disediakan anggaran sebesar Rp 20 miliar,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cak Nur juga meminta agar proses normalisasi Kali Buntung, dikerjakan secara profesional. “Endapan di sungai dan kedalaman sungai yang dikeruk juga harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Kontraktor pemenang lelang pengerjaan normalisasi harus bekerja profesional,” tegasnya.

Untuk jangka pendek, Cak Nur menambahkan agar saluran yang saat ini ada, untuk bisa berfungsi secara normal serta membuat resapan. Termasuk upaya serta kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai. “Masyarakat juga kita ajak agar terus meningkatkan kesadarannya, tidak membuang sampah di sungai,” ujarnya.

Cak Nur juga mengatakan, saat ini Pemkab Sidoarjo sudah mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk membuat dam atau pintu air di tiga titik di Sidoarjo. Yakni di kawasan Waru, Sidokare (kawasan tengah Sidoarjo) dan wilayah Sidoarjo bagian selatan.

“Semoga pengajuan itu disetujui dan pembangunan tiga pintu air terwujud,” harapnya.

Sementara, Kepala Desa Janti, M Irsyad mengatakan, penanganan banjir di Kecamatan Waru harus disikapi secara serius dan kongkrit oleh Pemkab Sidoarjo.

Pihak Pemerintah Desa, lanjut Irsyad, juga akan mendukung program pemerintah, salah satunya mensosialisasikan gerakan jangan buang sampah di sungai. “Pihak desa juga akan terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya untuk membuang sampah pada tempatnya,” tandasnya.

Irsyad meminta dalam program normalisasi Kali Buntung, kontraktor yang mengerjakan harus bekerja sesuai spesikasi yang telah ditentukan dinas terkait.

Dalam diskusi itu, banyak juga usulan dari Kepala Desa dan masyarakat. Salah satunya penyediaan pompa, plensengan untuk antispasi meluapnya Kali Buntung dan lainnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Ir Sulaksono menjelaskan, penanganan jangka pendek juga harus dilakukan, mengingat banyak saluran yang buntu dan harus dinormalisasi. “Untuk penanganannya juga harus melibatkan pemilik wilayah. Program pemerintah harus dibarengi dengan dukungan masyarakat,” jelas Sulaksono.

Sementara ditambahkan Kepala Dinas PU Pengairan, H Fathurrahman, selain upaya normalisasi, pihaknya juga akan terus mensosialisasikan agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai serta akan melakukan penertiban bangunan liar (bangli). “Penanganan banjir ini harus didukung masyarakat,” katanya.(kur)

Keterangan gambar: Diskusi penanganan banjir Pemkab Sidoarjo bersama warga dan tokoh masyarakat.(ist)

Recommended For You