2015-08-13_03.22.562015-08-13_03.22.00

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Kampus Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri kembali memanas. Ribuan mahasiswa padati kampus dalam rangka menuntut turunnya Rektor UNP sebagai langkah awal pembenahan kampus.

Polemik yang di hadapi kampus UNP kediri berawal dari status Non aktif yang ditetapkan oleh Dirjen Dikti Kemendiknas pada April 2014. Tidak adanya tindakan yang serius dari pihak kampus membuat reaksi mahasiswa semakin membabibuta, yang akhirnya berujung pada turunnya Rektor UNP kediri Drs. Samari.MM pada Rabu, (12/8).

“Pada hari ini Rabu (12/8) dengan ini saya mengatakan mengundurkan diri sebagai rektor UNP kediri,” Ujar Samari di depan ribuan mahasiswa UNP

Pernyataan tersebut disambut dengan sorak sorai dari seluruh mahasiswa yang hadir. Menurut ketua yayasan YPLP PT Universitas Nusantara PGRI Kediri pergantian rektor ini adalah langkah awal dalam pembenahan universitas. Pasalnya, menurut surat pemberitahuan dari Kopertis menyatakan ada banyak pelanggaran yang dilakukan oleh UNP Kediri ketika dipimpin Samari Pelanggaran tersebut juga dilakukan secara sistematis.

“Ada 4 pasal yang dilakukan oleh kampus UNP secara sistematis, salah satunya kesalahan administrasi dan pelanggaran terhadap Undang-undang perguruan tinggi tahun 2010” jelas Sugiarto, Ketua yayasan YPLP PT UNP Kediri.

Lebih lanjut Sugiarto mengatakan,  pasca turunnya Samari sebagai rektor UNP Kediri, pihak yayasan yang akan mengambil alih kekuasaan. Hingga ditentukan pergantian rector baru nantinya. “Belum kami pastikan, yang jelas selama ini pihak yayasan yang mengambil alih,” ujarnya

Salah satu mahasisiwa yang menuntut turunnya Samari mengaku cukup lega, dengan adanya tindakan ini berarti telah ada tindakan yang konkrit dari pihak yayasan.

“Saya senang, rektornya diganti. Semoga rektor barunya lebih bisa dipercaya Dan bisa merubah sistem yang ada” ujar Wakhid salah satu mahasiswa.(dee)

Keterangan Gambar : Aksi Mahasiswa menyambut pengunduran diri Rektor UNP, Drs Samari MM