ADAKITANEWS, Sidoarjo – Masalah sampah yang dikhawatirkan akan menumpuk usai istighosah rupanya tidak terjadi. Pasalnya, ribuan santri dan siswa-siswi di Sidoarjo diterjunkan untuk menjadi relawan kebersihan.

Sejak pagi, para santri dari berbagai pondok dan sekolah di Sidoarjo sudah berada di tengah-tengah warga NU. Selain mengikuti kegiatan doa bersama para kiai, mereka rela meluangkan waktunya hingga memungut sampah yang ada di sekitar Gelora Delta Sidoarjo.

Salah satu siswi SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo, Amrohmustaidah mengaku senang dengan adanya kegiatan istighosah kubro ini. “Kami juga ingin mendoakan agar bangsa dijauhkan dari bencana,” ujarnya, Minggu (09/04).

Selain mendoakan, dirinya bersama ratusan teman lainnya, juga menunggu hingga acara usai. Setelah acara selesai, mereka masih memiliki tanggung jawab yakni memunguti sampah yang ada di sekitaran GOR Sidoarjo. “Kami datang tanpa paksaan. Kami sengaja datang kesini dan membersihkan dari kotoran sampah tak lain bertujuan ingin mendapatkan barokah dari para kiai. Karena di tempat inilah acara doa bersama digelar,” katanya.

Selain itu, ada harapan lain yang juga diungkapkan siswi tersebut. Dia yang sudah menginjak kelas XII sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Dirinya berharap, melalui doa-doa yang sudah dipanjatkan tadi, ia diberi kemudahan dalam menjawab soal-soal, dan lulus dengan nilai yang memuaskan.

Hal yang sama juga dilontarkan salah satu santri dari Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Jalan Putat Tanggulangin Sidoarjo, Achmad Januar Darul Amin. Dirinya datang bersama kurang lebih sekitar 500 santri menghadiri acara istighosah. “Kami ditugaskan sama pak Kiai untuk ikut hadir kesini. Dan tak lupa untuk membersihkan sampah setelah acara usai,” kata Achmad seraya membawa sapu di tangannya.

Sementara, salah satu Guru YPM 2 Taman Sidoarjo, Mufid mengungkapkan tujuan para siswa-siswi dan santri diterjunkan sebagai relawan sampah karena biasanya, acara seperti ini sampah tak terurus. Sehingga diperlukan adanya kesadaran bagi warga masyarakat, terutama santri yang mulai dididik sejak kecil untuk tetap menjaga kebersihan. “Kalau dari sekolah 200 siswa. Tapi kalau dari sekolah YPM se-Sidoarjo kurang lebih sekitar 2 ribuan. Harapan kami bisa mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan,” jelasnya.(sid2)

Keterangan gambar : Siswa sedang menyapu dan memungut sampah di sekitar GOR Sidoarjo.(foto : mus purmadani)