ADAKITANEWS, Blitar – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Eko Priyo Utomo mengatakan, di tahun 2017 ini Pemkab Blitar memiliki target sawah seluas 7 ribu hektare bisa mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTP). Namun hingga bulan November ini, masih terdaftar 359,12 hektare dengan premi swadaya sebesar Rp 12.910.000 dan dibayarkan pemerintah sebanyak Rp 51.840.000.

“Ya ini artinya hanya 5,75 persen subsidi AUTP yang terserap. Masih banyak yang belum terserap,” kata Eko, Kamis (23/11).

Eko menambahkan, dana subsidi yang belum terserap ada sebanyak Rp 956.160.000. Jika sampai akhir tahun 2017 angka peserta AUTP tidak berubah, maka dana subsidi yang belum terserap akan dikembalikan ke kas negara.

“Kita terus mendorong para petani memanfaatkan fasilitas pemerintah ini. Karena kan dengan intensitas hujan tinggi ancaman kegagalan panen juga akan semakin besar,” jelasnya.

Eko mengatakan, pembayaran premi asuransi ini 20 persen dibayar petani dengan perhitungan Rp 36 ribu per hektare. Sedangkan 80 persen pembayaran premi, mendapat subsidi pemerintah. “Klaim asuransi bisa dilakukan. Namun jika sawah gagal panen dengan perhitungan kerugian akan tercover sebesar Rp 6 juta per hektarenya,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Eko Priyo Utomo, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)