width=

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Walikota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar melantik Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP). Langkah ini dilakukan sesuai dengan Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli. Tim yang terdiri dari beberapa lembaga terkait seperti TNI, Polisi, serta dari unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut dilantik di Gedung Kusumawi Citro, Senin (06/03).

Samanhudi Anwar menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan oleh Unit Pemberantasan Pungli dalam waktu dekat yakni upaya pencegahan. “Tim yang dilantik, langsung melakukan upaya sosialisasi dan pencegahan ke lapangan. Biasanya yang rawan itu di lembaga pelayanan publik, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Dua lembaga ini biasanya marak, nanti kita akan sosialisasi kesana juga,” jelasnya Senin (06/03)

Guna mendukung operasional UPP dalam.memberantas mafia pungli, Pemkot Blitar juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta. Samanhudi menambahkan, sasaran UPP adalah seluruh warga yang terbukti melakukan pungli, tak terkecuali pegawai dan aparat penegak hukum. “Tidak peduli warga, PNS, atau aparat. Kalau terbukti ya jelas ditindak. Itukan sama saja pemerasan. Semua akan kita proses hukum. Kalau PNS bakal kita pecat, kalau memang sudah keterlaluan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kota Blitar, Kompol Teguh Priyo Wasono menjelaskan, pihaknya akan langsung melakukan upaya pencegahan dengan melakukan tindakan persuasif pada masyarakat. “Kita akan konsolidasi dengan tim, setelah itu kita akan langsung bergerak kebawah untuk sosialisasi dan pencegahan terlebih dulu,” ungkapnya.

Wakapolres Blitar Kota itu mengungkapkan, tim sudah dibagi berdasarkan kapasitas masing masing. “Kita ada 5 pokja, diantaranya ada pokja penyidikan dan pokja penindakan,” tandasnya.(blt1)

 

Keterangan gambar: Walikota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar saat Melantik Unit Pemberantasan Pungli Kota Blitar di Gedung Kusumawi Citra, Senin (06/03).