logo-diknas

ADAKITANEWS, Kediri – Badan Pengawas Keuangan (BPK) menemukan kesalahan dalam pendistribusian sertifikasi guru di Kabupaten Kediri. Akibatnya, negara merugi hingga 16,2 juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com, Jum’at (21/8) Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri salah sasaran dalam pendistribusian tunjangan profesi guru di wilayahnya. Ada sejumlah guru yang seharusnya tidak boleh menerima tetapi faktanya tetap menerima. Hal ini terjadi di beberapa sekolah di Kecamatan Gurah yaitu di SMP Negeri 1 Gurah maupun di SMAN Gurah.

Anggota DPRD Kabupaten Kediri Taufik Cavifudin menghimbau kepada dinas pendidikan untuk lebih cermat dalam mengeluarkan dana dari pemerintah. Guru yang mendapatkan sertifikasi, lanjut Taufik Cavifudin, Dinas Pendidikan harus memberikan kualifikasi yang jelas.

“Seharusnya dinas terkait cermat dalam mengeluarkan dana dari pemerintah. Mengingat selama ini ada indikasi sebagian guru yang asal-asalan dalam memenui kriteria mendapat sertifikasi,” jelasnya

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sunaryo mengatakan, kelalaian dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru tersebut sudah diselesaikan. Masing-masing guru, lanjut Sunaryo, disuruh untuk mengembalikan uang yang seharusnya tidak diterima ke kas daerah.  “Kelalain pembayaran TPG sudah kami bereskan, dengan cara masing- masing guru yang bersangkutan harus mengembalikan uang yang seharusnya tidak diterima ke kas daerah,” ujar Sunaryo.(zay)

Keterangan Gambar : Logo diknas