Salahi Aturan, Taksi Gelap Dirazia

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Dianggap menyalahi aturan dengan mengangkut penumpang tanpa izin, sejumlah mobil berplat hitam atau yang sering disebut taksi gelap dirazia petugas Satlantas Polres Kediri Kota di Jalan Stasiun Kota Kediri, Kamis (10/11). Para sopir yang terjaring langsung ditilang dan diminta menurunkan penumpangnya.

Satu per satu mobil plat hitam yang diduga sebagai taksi gelap dan kerap menunggu penumpang dari Stasiun Besar Kediri dihentikan serta diperiksa petugas. Dalam razia itu, sopir langsung diminta menunjukkan surat izin dari Dinas Perhubungan setempat, sebagai angkutan umum.

Para sopir yang tidak bisa menunjukkan surat izin angkutan umum tersebut mengaku selama ini dinaungi salah satu paguyuban di kawasan stasiun. Namun demikian, petugas tetap memberikan sanksi tilang lantaran dianggap aktivitas taksi gelap itu menyalahi aturan.

Petugas Satlantas Polres Kediri Kota, Aiptu Yayuk mengatakan bahwa sebuah angkutan umum memang diharuskan memiliki surat izin khusus. “Harusnya ada surat izin sebagai kendaraan penumpang atau angkutan umum,” ujarnya.

Dari data yang didapat, ada lebih dari 20 mobil plat hitam yang kerap menunggu dan mengangkut penumpang dari kawasan stasiun. Para sopir taksi gelap itu biasanya mematok tarif antara Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu, atau sesuai jarak tempuh. “Tarifnya biasanya antara Rp 100 ribu sampai Rp 350 ribu, sesuai jarak tempuh,” imbuh Aiptu Yayuk.

Sementara salah satu sopir, Sunaryo mengakui dirinya tidak memiliki izin angkutan umum pada mobil yang dikendarainya. Ia mengaku hanya sebagai pengoperasi, sementara mobil yang biasa digunakan itu dikelola orang lain. “Saya hanya sebagai pengoperasi saja,” ujarnya.

Dalam sistem kerjanya, taksi gelap tersebut diketahui menyasar penumpang yang keluar dari stasiun. Bahkan, mereka diduga kerap menggunakan jasa calo dari para tukang becak atau portir yang menawarkan layanan taksi gelap tersebut.(*/kur)

Keterangan gambar: Taksi gelap saat dirazia petugas.

Recommended For You