ADAKITANEWS, Kota Madiun – Sanksi tegas akan diberikan kepada perusahaan yang dengan sengaja tidak mau menerapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2018, yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Suyoto usai menghadiri acara sosialisasi besaran UMK kepada pimpinan perusahaan yang ada di Kota Madiun, Selasa (28/11).

Menurut Suyoto, sesuai Undang – Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dijelaskan jika terdapat perusahaan yang tidak memberikan upah karyawan sesuai UMK akan mendapat sanksi tegas. Sanksi tersebut bisa berupa surat peringatan, pembekuan izin usaha, hingga sanksi pidana.

Jika perusahaan tidak mematuhi UMK, ada sanksi pidana penjara sedikitnya satu bulan dan maksimal empat tahun, atau denda sepuluh juta rupiah hingga tertinggi empat ratus juta rupiah.

“Semisal ada perusahaan atau pemilik usaha tidak melaksanakan UMK, pasti kena sanksi. Pertama diberi surat peringatan 1, 2, 3 kemudian dimediasi antara perusahaan dan karyawan supaya ada titik temu. Jika buntu bisa saja izin dibekukan,” jelentreh Sutoyo.

Dirinya berharap agar seluruh perusahaan yang ada di Kota Madiun bisa memahami aturan UMK sehingga tidak perlu dinasnya mengeluarkan sanksi.

Sesuai aturan, UMK diberikan pada karyawan yang telah memiliki masa kerja 0 – 1 tahun. “Semuanya dikembalikan pada perusahaan. Jika memang sebelumnya telah ada kesepakatan masalah pengajian antara pekerja dan perusahaan, kita ya tidak bisa apa–apa. Hanya saja jika ada perusahaan yang telah memberikan upah di atas UMK, ya tolong jangan terus dikurangi,” lanjutnya.

Sesuai peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 75 tahun 2017, besaran UMK di Kota Madiun tahun 2018 adalah Rp 1.640.439. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibanding UMK tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.509.005. Sementara dari data yang dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, hingga saat ini ada 675 perubahan dari berbagai skala mulai kecil, sedang, hingga besar.(bud)

Keterangan gambar : Suyoto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun.(ist)