width=

ADAKITANEWS, Jombang – Keputusan pemerintah mendatangkan sapi impor membuat para peternak sapi di Jombang menjerit. Pasalnya, begitu sapi impor datang beberapa waktu terakhir, harga sapi hidup saat di Jombang mendadak turun dan membuat peternak sapi merugi.

Salah satu peternak, Hadi Purnomo mengatakan sejak datangnya sapi impor, dia dan peternak lainya harus kembali menanggung kerugian yang tidak sedikit. Peternak mengaku, selama ini mereka sudah terlanjur membeli sapi dengan harga tinggi untuk digemukkan sebagai persiapan dan stok kebutuhan Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Jika harganya turun seperti sekarang, mereka jelas dirugikan.

“Kemarin sempat Rp 45 ribu sampai Rp 45.500 per kilogram untuk sapi hidup. Sekarang sudah Rp 43 ribu per kilogram. Otomatis ada kerugian Rp 2.000 per kilogram. Jika rata-rata berat sapi 5 kuintal, berarti ada penyusutan sekitar Rp 1 jutaan,” kata Hadi Purnomo, Kamis (16/06).

Peternak menuding tingginya harga daging sapi selama ini akibat permainan oleh pedagang besar. Sebab meski harga daging mencapai Rp 110 ribu per kilogram, kenyataannya harga sapi hidup dari peternak tetap Rp 45 ribu per kilogram. Hal itu sama dengan ketika harga daging sapi masih Rp 95 ribu per kilogram.

Peternak berharap pemerintah menjaga kestabilan harga sapi. Sebab jika harganya naik turun dan tidak stabil, banyak peternak yang akan gulung tikar dan enggan beternak sapi lagi.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar: Kandang Penggemukan sapi milik Hadi Purnomo di Desa Denanyar Jombang.