ADAKITANEWS, Kota Blitar – Fasilitas sarana dan prasarana pelatihan dalam setiap cabang olahraga sangat penting, karena hal tersebut merupakan alat penunjang prestasi para atlet. Jika sarana latihan kurang, bisa dipastikan prestasi yang didapat juga minim.

Ketua KONI Kota Blitar, Gaguk Dwi Atmanto mengatakan, dari 25 cabang olahraga yang ada di Kota Blitar, beberapa diantaranya dinilai tidak optimal sehingga belum bisa dibanggakan. Beberapa atlet cabang olahraga yang dinilai tidak optimal itu diantaranya adalah atlet tinju dan biliar.

“Hingga saat ini memang ada atlet yang belum bisa kita banggakan, karena memang prestasinya masih minim, seperti tinju dan biliar,” kata Gaguk, Jumat (15/09).

Menurut Gaguk, minimnya sarana dan prasarana untuk melaksanakan latihan membuat KONI kesulitan dalam mengembangkan potensi para atlet. Namun pihaknya tidak tinggal diam, dengan terus melakukan upaya-upaya. Salah satu upaya yang dilakukan demi terus mengasah kemampuan para atlet yakni dengan mengikuti latihan yang dilaksanakan di luar daerah bahkan ada yang harus mengikuti turnamen dengan daerah lain.

“Kita tentu tidak diam saja. Untuk mengasah para atlet kita juga ikutkan mereka di turnamen yang berada di luar daerah,” ungkapnya.

Gaguk juga memastikan, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan Walikota Blitar terkait kondisi ini agar ada solusi untuk mengembangkan potensi atlet dan cabang olahraga di Kota Blitar.

“Bila ketersediaan sarana dan prasarana latihan sudah sesuai, maka dipastikan pemusatan latihan dapat dilaksanakan sehingga dapat mendongkrak prestasi para atlet,” tandas Gaguk.(fat/wir)

Keterangan gambar: Gaguk Dwi Atmanto, Ketua KONI Kota Blitar.(foto : fathan)