ADAKITANEWS, Tulungagung – Untuk mengantisipasi black campaign dan money politic pada Plikada serentak 2018, Polres Tulungagung telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti black campaign dan money politic.

Dalam pembentukan Satgas ini, Polres Tulungagung menggandeng Komisi Pemilihan Umum, Panitia Pengawas Pemilu, Kejaksaan Negeri dan Kodim 0807 Tulungagung.

Pembentukan Satgas ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan dilanjutkan dengan penandatanganan petisi anti black campaign dan money politic. Satgas ini bekerja sesuai masing masing bidangnya.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar menyampaikan pihaknya telah menyiapkan 10 personel yang bertugas sebagai “penjaga gawang” dengan memelototi media sosial setiap hari. Dari 10 personel tersebut, 3 diantaranya telah mendapat pelatihan khusus di Bareskrim Mabes Polri selama satu minggu. Kemudian mereka yang mendapatkan pelatihan, menularkan kepada yang lainnya.

“Ada 3 personel yang kita kirim ke Bareskrim Mabes Polri untuk mendapatkan pelatihan. Dari 3 personel tersebut satu perwira dan dua bintara. Selama satu minggu mereka dilatih disana,” Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, usai penandatanganan petisi anti black campaign dan money politic, Rabu (07/02).

Lanjut AKBP Tofik Sukendar, selain dari 10 personel yang telah disiapkan tersebut Kapolres juga telah memerintahkan Polsek jajaran untuk menyiapkan anggotanya untuk membantu. Hal ini untuk meningkatan efektifitas dalam melakukan pantauan. Sementara untuk penindakannya, nanti akan melihat kasus di lapangan.

“Kalau cukup selesai di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), nanti Gakkumdu yang akan menyelesaikan. Namun jika Gakkumdu tidak bisa menjangkau, maka pihak kepolisian yang akan menangani. Kalau itu menyangkut media sosial, maka kita akan kenakan dengan undang-undang ITE,” ujarnya.

AKBP Tofik mewanti-wanti, agar masyarakat tidak semabarngan dalam menggudakan media sosial, apalagi untuk tujuan menyerang pihak lawan politik dalam Pilkada, karena akan membawa konsekuensi hukum.(bac)

Keterangan gambar : Penandatanganan MoU dan petisi anti black campaign dan money politic.(foto : acta cahyono)