ADAKITANEWS, Tulungagung – Margianto, 39, warga Desa Nyawangan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung terpaksa harus mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Iskak Tulungagung. Ia dibawa oleh keluarganya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Rabu (06/09) sekitar pukul 11.15 WIB dalam kondisi kritis. Diduga, Margianto menderita keracunan miras, akibat meminum minuman alkohol oplosan.

Meski ada dugaan menjadi korban minuman keras oplosan, namun belum diketahui jenis minuman keras apa yang ia tenggak. Karena pihak keluarga pun belum mengetahui jenis minuman yang dikonsumsi Margianto.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di redzone (area kritis) IGD RSUD dr Iskak Tulungagung. “Belum diketahui jenis minuman yang dikonsumsi korban. Karena saat pasien dibawa ke rumah sakit, sudah dalam kondisi kritis,” kata Mohammad Rifa’i, Humas RSUD dr Iskak Tulungagung.

Sementara itu, menurut dokter Heru Dwi Cahyono, dokter IGD RSUD dr Iskak Tulungagung mengatakan bahwa keluhan awal yang diperoleh dari cerita pihak keluarga, sejak pagi kesadaran korban turun dan disertai sesak napas.

“Pasien tersebut masuk IGD pada pukul 11.15 WIB, pasien datang kesadarannya sudah turun,” kata dr Heru Dwi Cahyono.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui juga merupakan seorang peminum miras. Dan terakhir menenggak minuman beralkohol dua hari yang lalu, sehingga tim medis menduga korban mengalami keracunan methanol.

Untuk menyelamatkan jiwa Margianto, tim medis IGD Area Kritis telah mengupayakan perawatan intensif dengan melakukan terapi sesuai prosedur, dan terus dilakukan observasi.

Kejadian ini menambah daftar panjang korban miras oplosan di Tulungagung. Karena belum ada sepekan, sudah ada 13 korban, satu diantaranya meninggal dunia, dan dua lainnya menderita gangguan penglihatan.(ta1)

Keterangan gambar : Margianto, saat mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis RSUD dr Iskak.(ist)