ADAKITANEWS, Sidoarjo – Luhkito Prihadi, 60, warga Jalan Praban Barat RT 2 RW 1 Kelurahan Sidokare Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo ditemukan tewas gantung diri di warung kopi miliknya di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, beberapa meter dari rumahnya, Kamis (11/05) sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelum nekat mengakhiri hidup, Luhkito sempat menulis surat wasiat berisi permintaan maaf dan tidak ingin dingajikan (digelar pengajian ..red).

Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota, Aiptu Sulasno mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh tetangga yang curiga warung milik Luhkito belum juga buka hingga sekitar pukul 08.00 WIB. Tetangga yang biasa cangkruk di depan warung kemudian mencoba menghubungi ponsel korban dan ternyata berdering di dalam warung.

Mendengar nada dering ponsel korban, para tetangga mencoba mengintip ke dalam warung. Mereka terkejut lantaran melihat kaki Luhkito sudah menggantung. “Awalnya yang tahu tetangga korban yang mengintip ke dalam warung,” ujar Aiptu Sulasno saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com.

Secara spontan, warga langsung mendobrak pintu warung kopi milik korban. Melihat mayat Luhkito menggantung di langit-langit warung, segera para tetangga mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah. “Setelah didobrak, warga langsung menolong dan mengevakuasi korban,” imbuhnya.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan selembar kertas wasiat bertuliskan “Ma, maaf sebelumnya, aku ojo dingajeni” (Ma, maaf sebelumnya, aku jangan dingajikan,jawa-red).

Aiptu Sulasno menambahkan, setelah dilakukan autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban. Korban akhirnya disererahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban. Korban diketahui baru menikah untuk kedua kalinya sekitar 3 minggu yang lalu, tepatnya pada Minggu (24/04),” pungkasnya.(kur)

Keterangan gambar: (atas) Jenazah korban yang baru tiba usai menjalani autopsi. Foto korban semasa hidup dan wasiat yang ditulis korban sebelum nekat mengakhiri hidupnya.(foto: kurniawan)