width=

_20161019_135311ADAKITANEWS, Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka dalam kasus pembangunan Pasar Besar Kota Madiun (PBKM). Bambang akan menjalani panggilan pertama sebagai tersangka minggu depan. Terkait itu, Bambang menyempatkan mencurahkan hatinya (curhat) ke RT dan RW.

“Saya sudah 7,5 tahun ini memimpin Kota Madiun, sudah banyak prestasi diraih atau dicapai. Saya tidak menerima apa pun dalam proyek itu (Pasar Besar),” ujarnya saat membuka,” ujarnya saat membuka “Kegiatan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Kota Madiun di Kecamatan Taman”, Rabu (19/10).

Kegiatan itu, diikuti Ketua RW dan RT se Kecamatan Taman. Walikota Madiun tidak membacakan sambutan tertulis, tapi langsung menumpahkan curhat kepada peserta kegiatan memenuhi Aula Kecamatan Taman. Seluruh peserta seperti termangu mendengarkan curhat Bambang Irianto.

Ia mengatakan saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka, Senin (17/10) sore lalu, sejumlah pedagang Pasar Besar ingin menemui penyidik KPK. Menurutnya, saat itu pedagang ingin mempertanyakan penetapan status tersangka oleh penyidik KPK.

“Beruntung, mereka (pedagang pasar besar,red) mau mengikuti saran, agar tidak melakukan hal itu. Mereka mau mengerti atas penjelasan yang saya disampaikan. Saya siap menerima itu sebagai konsekuensi menjadi pimpinan,” kata Bambang Irianto.

Namun, usai membuka kegiatan itu, Walikota Madiun enggan memberikan komentar seputar langkah yang akan ditempuh dan lainnya. “Saya tidak mau komentar. Soal pengacara, jika wartawan ada atau punya kenalan pengacara top silahkan,” ujarnya bergurau dan langsung berlalu.(Uk/Zay)

 

Keterangan Gambar : Walikota Madiun Bambang Irianto menumpahkan isi hati usai ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi oleh KPK. Terlihat Bambang Irianto saat menyampaikan isi hati saat membuka “Kegiatan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Kota Madiun di Kecamatan Taman”. (Foto: Agus B)