Sebulan Lagi, Ribuan Peternak Ayam Telur Diprediksi Gulung Tikar

ADAKITANEWS, Blitar – Sebanyak 4.321 peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar terancam gulung tikar. Pasalnya, harga telur semakin hari semakin menurun, bahkan saat ini hanya sekitar Rp 13 ribu per kilogram ditingkat peternak.

Sukarman, 50, salah satu peternak ayam petelur asal Desa Kawedusan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mengatakan, anjloknya harga telur sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Menurutnya, jika harga telur tetap dibiarkan di posisi Rp 13 ribu per kilogram, maka dalam kurun waktu 1 bulan, para peternak ayam petelur bisa gulung tikar.

“Anjloknya harga telur ini sudah berlangsung lama. Kalau terus begini bisa-bisa peternak ayam petelur bisa gulung tikar, karena tidak sebanding dengan harga pakan yang dibeli,” kata Sukarman, Rabu (01/03).

Sukarman menduga, anjloknya harga telur ini disebabkan adanya permainan investor besar atau kartel petelur yang mengendalikan harga telur. Selain itu, adanya telur tertunas yang sengaja dijual di pasar-pasar tradisional juga menjadi penyebab harga telur anjlok.

“Kami menduga ada permainan harga oleh investor besar. Tetapi banyaknya telur tertunas yang dijual di pasaran, juga menjadi penyebabnya. Karena harganya hanya Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Koordinator Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Cabang Blitar, Rofi Yasifun saat ditemui Tim Adakitanews.com. Ia juga menduga bahwa anjloknya harga telur karena adanya permainan harga telur oleh investor besar.

“Kami sudah melakukan upaya-upaya untuk menstabilkan harga telur. Ada sekitar lima tuntutan yang kami ajukan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar. Seperti dilakukannya upaya pengawasan terhadap peredaran telur tertunas,” tegas Rofi.

Rofi menambahkan, dampak anjloknya harga telur salah satunya menyebabkan para peternak ayam harus mengafkir ayam mereka lebih awal. “Ya secara otomatis mereka harus mengafkir lebih awal. Jika normalnya ayam baru bisa diafkir ketika berumur 22 bulan, saat ini harus diafkir ketika berumur 12 bulan saja,” imbuhnya.(blt1)

Keterangan gambar : Kandang ayam milik salah satu peternak di Kabupaten Blitar.(dok. pribadi)

Recommended For You