Seduhkan “Air Mata Kopi” di Jombang

novelis@dakitanews Jombang – Novelis kondang Gol A Gong menyempatkan diri mampir ke Jombang dalam tur literasi yang ia lakukan. Pria yang gemar bertualang ini menyuguhkan buku barunya yang berjudul ‘Air Mata Kopi’. Buku kumpulan puisi tersebut dibedah oleh dua seniman asal Jombang, Cucuk Espe dan Binhad Nurrohmat.

“Ini merupakan buku terbaru saya. Buku ini hasil perjalanan keliling nusantara. Puisi kopi tubruk, hingga kopi pangku semua terangkum dalam buku tersebut. Bahkan juga keresahan dan nasib para petani kopi di Indonesia. Semuanya ada 49 puisi tentang kopi,” kata penulis serial ‘Balada Si Roy’ yang booming di era 1990-an, Senin (3/10/2014).

Bedah buku ‘Air Mata Kopi’ itu sendiri digelar di halaman Rumah Belajar MEP, Jl H Agus Salim Jombang. Dua orang pembedah masing-masing Cucuk EsPe, Ketua Teater Kopi Hitam Indonesia, dan Binhat Nurrahmat, sastrawan asal Ponpes Darul Ulum. Dua seniman berambut gondrong itu mengupas tuntas buku besampul putih tersebut.

Dalam paparannya, Cucuk Espe mengatakan, dia masih melihat gaya naratif dalam kumpulan puisi Air Mata Kopi, karya Gol A Gong. Hal itu, lanjut Cucuk, tidak lepas dari sosok Gol A Gong yang lebih dikenal sebagai novelis remaja di era 1990-an. Dia juga mengakui, persoalan instrinsik bukan hal tepat untuk mendedah karya tersebut. “Justru dimensi interteks yang memantik perhatian saya,” kata Cucuk.

Namun demikian, menurut Cucuk, puisi bertema kopi suguhan Gol A Gong bukan sesuatu yang pertama di dunia sastra. Karena karya sastra bertema kopi pernah ditulis Abdul Al Kadir pada tahun 1587 dengan judul ‘In Praise of Coffe’. Bahkan jauh sebelum itu, di tahun 850-an, sastrawan asal Iran, Muhammad Ibn Zakariya Al Razi, juga telah menyuguhkan tema serupa. “Sungguh biji kopi telah menjadi inspirasi banyak penulis,” pungkas Cucuk.

Sementara itu, Binhad Nurrohmat mengungkapkan, modal utama Gol A Gong dalam karya tersebut bukan ingatan lama. Melainkan bahan-bahan baru dari observasi yang masih hangat dalam jejak rekam pengalamannya. Buku kumpulan puisi Air Mata Kopi, menurut Binhad, memuat reportase puitis dari pengalaman lahir-batin ihwal perkopian dari kota ke kota di Pulau Sumatera.

“Bagi Gong, problem perkopian ternyata bukan sebatas masalah bahasa dan kuliner. Perkopian dalam pandangan Gong, adalah problem kemanusiaan. Lebih tepatnya, kopi dalam buku ini diperalat untuk menyingkap drama tragis kemanusiaan,” ujar pria berambut gondrong, ini.

Yusron Aminulloh, pendiri Rumah Belajar MEP Jombang menjelaskan, diring sengaja meminta Gol A Gong untuk mampir ke Jombang. Selain bedah buku, penulis serial Balada Si Roy ini juga diajak berkeliling ke sejumlah sekolah. Diantaranya, SMK Global Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito. Di sekolah tersebut Gong mengajari para pelajar untuk menulis.

Usai menularkan ‘virus’ menulis di SMK Global, Gong bersama rombongan bergerak ke kampus STKIP PGRI Jombang. Di kampus tersebut pria asal Serang, Banten ini memberikan materi seputar teknik penulisan novel. “Kami berharap kahadiran Gol A Gong ini bisa memantik inspirasi anak-anak Jombang, utamanya dalam bidang kepenulisan,” pungkas mantan wartawan Surabaya Post, ini.(hanif/jati)

Recommended For You