ADAKITANEWS, Tulungagung – Garis polisi yang terpasang sejak Selasa (06/02) di Venus Café & Karaoke, Jalan Soekarno-Hatta Tulungagung akhirnya dilepas, Kamis (08/02). Pelepasan garis polisi itu dilakukan oleh Unit Perlindungan Anak Satreskrim Polres Tulungagung bersama Polsek Kota Tulungagung dan disaksikan oleh pihak manajemen Venus Café & Karaoke.

Manajer Operasional Venus Café & Karaoke, Dita Bayu mengaku lega atas pelepasan garis polisi yang telah terpasang sejak dua hari sebelumnya itu. “Kami lega setelah diperbolehkan beroperasi lagi. Karena selama dua hari sejak tempat ini disegel polisi, otomatis berhenti total. Akibatnya kita kehilangan omzet setidaknya Rp 50 juta,” kata Dita Bayu, Kamis (08/02).

Meski demikian, Bayu belum bisa memastikan kapan akan mulai mengoperasikan tempat hiburannya, karena harus menunggu keputusan dari owner. Selain itu juga ia mengaku juga masih harus menghubungi 42 karyawannya satu persatu.

“Kita akan buka lagi setelah ada pemberitahuan dari pihak owner. Lagipula saat ini karyawan kita dalam kondisi kita liburkan, belum kita beritahukan kapan mulai bekerja lagi,” ujarnya.

Bayu sendiri diberi kabar tentang pelepasan garis polisi tersebut satu jam sebelum petugas kepolisian mendatangi tempat kerjanya. Penyegelan Venus Café & Karaoke tersebut merupakan buntut dari kasus video mesum yang beredar akhir Januari 2018 yang lalu.

Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, terlihat seorang gadis belia tengah bertelanjang dada dan akhirnya tersebar luas. Diyakini video itu direkam di salah satu ruangan di Karaoke Venus. Selain menampilkan adegan tidak pantas, di video itu juga terlihat seorang laki-laki tengah menyawer gadis yang diketahui merupakan salah satu siswa SMA di Kabupaten Tulungagung itu dengan selembar uang pecahan Rp 100.000.(bac)

Keterangan gambar : Manajer Operasional Venus Café & Karaoke, Dita Bayu dan Polisi melepas garis polisi.(foto : acta cahyono)