images (15)ADAKITANEWS, Jombang – Kabupaten  Jombang, Jawa Timur, hingga saat ini masih kekurangan ribuan guru. Hal ini sudah terjadi sejak 2 tahun lalu, dengan kebutuhan terbanyak adalah guru ditingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Budi Nugroho, mengatakan, sejak tahun 2013 kekurangan tenaga guru terus bertambah dan diperparah oleh kebutuhan guru untuk mengganti yang telah pensiun. “Jumlahnya (kekurangan guru-red) mencapai 1200 guru. Karena, para guru yang pensiun belum juga mendapatkan gantinya,” ujar Budi Nugroho kepada tim adakitanews.com, Rabu (25/11).

Kabupaten Jombang sendiri hingga saat ini tidak mendapatkan kuota rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pemerintah pusat. Alasanya, kekuatan APBD di Jombang masih belum seimbang dengan besaran anggaran gaji pegawai dilingkup Pemerintah setempat.  Menurut Budi Nugroho, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jombang saat ini tercatat sekitar 12 ribu lebih. Sedangkan, anggaran gajinya mencapai 53 persen dari kekuatan APBD.

“Kan penambahan SDM ini harus memperhitungkan kekuatan APBD, di Permendagri sendiri dibatasi bahwa belanja pegawai itu sebetulnya tidak boleh melebihi 50 persen, didalamnya termasuk gaji itu, makanya kalau itu dipaksakan tidak akan bisa menambah tenaga guru karena beban gaji itu cukup tinggi. Karena ada batasan atau warning itu, kemarin terakhir itu sudah 53 persen”, kata Budi Nugroho.

Data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, kekurangan tenaga guru untuk SD diantaranya meliputi guru kelas, guru agama dan olahraga. Sedangkan untuk SMP dan SMK meliputi guru sejumlah kejuruan khusus.

Namun demikian, kekurangan guru itu tidak mengganggu jalanya proses belajar mengajar di setiap Sekolah. Pasalnya, Kekurangan itu oleh masing-masing sekolah telah ditutupi dengan memberdayakan guru tidak tetap (GTT) atau honorer. (Tari/Jati)