ADAKITANEWS, Nganjuk – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Drs H Masduqi di ruang pemeriksaan Kejaksaan Negeri Nganjuk, Rabu (22/06).

Tiga anggota KPK tiba di kantor Kejari sekitar pukul 09.00 WIB. Sedangkan Masduqi, baru tiba satu jam kemudian dan langsung memasuki ruang pemeriksaan.

Pemeriksaan kembali dilakukan KPK karena adanya perkembangan penyidikan dan alat bukti baru terkait dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini menjeratnya. Namun, Kejari Nganjuk tidak berani memastikan tentang materi pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Masduqi saat itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Umar Zakar SH menerangkan pihaknya tidak mengetahui tentang materi pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Masduqi. “Kami hanya memfasilitasi tempat saja,” terang Umar.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com menyebutkan, diperiksanya Masduqi ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang berupa gratifikasi dan pencucian uang, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk periode 2008-2015.

Diketahui, sebelumnya KPK juga telah memeriksa sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Nganjuk serta rekanan dari CV/PT yang memperoleh jatah proyek untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh KPK di wilayah Nganjuk dan ada juga yang dipanggil langsung ke Gedung KPK di Kuningan Jakarta, sekitar bulan April dan Mei 2016 kemarin.

Diantara mereka yang sudah diperiksa KPK antara lain, Sekretaris Daerah Nganjuk, Masduqi, Kepala Dinas PU Pengairan, Hoedoyo, Kepala Dinas PU Bina Marga, Jusuf Satrio, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Fajar Judiono, Kepala BPPKB, Moch Machfud, Kepala Bappeda, Bambang Eko Suharto, adik kandung Bupati Nganjuk, serta Staf Ahli Bupati Nganjuk bidang Kemasyarakatan dan SDM, M Yasin.(Jati)

Keterangan gambar: Kedatangan penyidik KPK di Kejaksaan Negeri Nganjuk.(foto: Bagus Jatikusumo)